Ekbis

badung

Nyepi, Bandara Ngurah Rai Tutup 24 Jam

Jumat, 13 Maret 2015 | 00:00 WITA

beritabalicom/file/ PT AP

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Menyambut Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Sabtu 21 Maret 2015, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan mengalami penutupan selama 24 jam.

Pilihan Redaksi

"Dalam rangka Hari Raya Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mengalami penutupan selama 24 jam yaitu mulai tanggal 21 Maret 2015 jam 06.00 Wita sampai tanggal 22 pukul 06.00 Wita," ujar  Co. GM PT Angkasa Pura, I Gusti Ngurah Ardita dalam keterangannya, Senin 16 Maret 2015.
Tercatat 107 penerbangan milik Garuda Indonesia, 65 penerbangan Air Asia, dan 55 penerbangan Lion Air yang selama ini melakukan penerbangan reguler dengan tujuan Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Singapura, Perth, Kuala Lumpur Malaysia dan penerbangan ke tujuan negara dan kota lainnya tidak akan beroperasi selama penutupan selama Nyepi ini.
"Selama pelaksanaan Nyepi, semua penerbangan domestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan ditiadakan," jelas Ardita.
Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai selama Hari Raya Nyepi sudah berlangsung sejak tahun 2000 yang mengacu pada surat Dirjen Perhubungan Udara nomer AU/2696/DAU/1796/99003.2/24986/DPIK tanggal 17 November 2014, serta instruksi Gubernur Bali agar meniadakan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
"Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Nyepi di bandara, Angkasa Pura I bekerjasama dengan Air Navigation telah mengirimkan NOTAMN (Notice to Airman) ke maskapai penerbangan dan bandara di seluruh dunia. Sehingga saat Nyepi, setiap maskapai dapat mengatur dan menjadwalkan ulang penerbangan dari dan ke Bali," ungkapnya.
Meski melakukan penutupan dan tidak melayani penerbangan berjadwal dan charter, Ardita mengaku Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap menerima pendaratan yang bersifat darurat.
"Walau tidak beroperasi selama 24 jam, tetapi kami akan tetap menyiagakan personil untuk mengantisipasi adanya permohonan 'technical landing atau emergency landing' termasuk 'medical evacuation'," tandasnya.
Bandara satu-satunya di Pulau Bali itu akan beroperasi dan dibuka kembali seperti biasa pada hari Minggu 22 Maret 2015, pukul 06.00 Wita.
422 Penerbangan di Bali Akan Ditiadakan
Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan ditutup total selama 24 jam. Akibatnya, sebanyak 422 penerbangan yang terdiri dari 258 penerbangan domestik dan 164 penerbangan internasional ditiadakan selama Nyepi.
"Tahap persiapan Nyepi sudah dilakukan. Seluruh maskapai penerbangan dalam dan luar negeri sudah diinformasikan. Ada 258 penerbangan domestik dan 164 penerbangan internasional yang ditiadakan. Total keseluruhan sebanyak 422 penerbangan yang ditiadakan selama Nyepi," ujar Co General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, Senin (16/3/2015).
Ardita mengaku selama menyambut tahun baru Caka 1937 atau tahun baru bagi umat Hindu itu, penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mulai dilakukan sejak pukul 06.00 Wita pada 21 Maret 2015 hingga pukul 06.00 WITA pada 22 Maret 2015.
"Selama pelaksanaan Nyepi semua penerbangan domestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai akan ditiadakan," tegas Ardita.
Lebih jauh Ardita mengungkapkan meski penutupan bandara satu-satunya di Bali secara total, namun pihaknya tetap menyiagakan bagi pendaratan darurat, emergency dan medical evaquation.
"Ini bandara alternatif. Jadi, kondisi tertentu untuk pendaratan darurat kita tetap menyiagakan tenaga operasional. Instansi lain, security dan lainnya juga disiaga," ungkapnya.
Ardita menyebut untuk penerbangan terakhir adalah tujuan Korea Selatan pada pukul 03.00 WITA pada 21 Maret 2015. Sementara, Bandara Ngurah Rai akan mengalami kepadatan sehari menjelang Nyepi. Ia enggan menyampaikan total penghematan akibat penutupan bandara selama Nyepi berlangsung.
"Kita tidak menghitung itu sebagai suatu lost dan sebagai kerugian. Ini bagian budaya dan sudah menjadi perhitungan bisnis," pungkasnya.[bbn/dws]

Penulis : dws

Editor :


TAGS :



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV