Hukrim

Ibu Angkat Angeline Tidak Tersangka, Ini Alasan Kapolda Bali

Jumat, 12 Juni 2015 | 08:10 WITA

bbn/suaradewata.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan tersangka dalam pembunuhan terhadap Angeline (8) sejauh ini berjumlah satu orang yakni Agus, yang tak lain pembantu rumah tangga korban. Ia mengaku sudah berupaya melakukan pemeriksaan beberapa saksi yang dinilai sangat kuat sebagai penyebab kematian Angeline.

Pilihan Redaksi

 
Ronny menegaskan pihaknya telah mengumpulkan dan mendalami semua keterangan para saksi dan temuan fakta di lapangan selama satu hari paska jenasahnya ditemukan Rabu 10 Juni 2015.
 
"Hasil pemeriksaan saksi, dari olah TKP dan hasil forensik penyidik, disimpulkan yang cukup kuat dengan didukung minimal dua alat bukti yang sah adalah pembantu rumah tangga atau bekas pembantu inisial AG yang ditahan oleh penyidik," ucap Ronny dalam keterangan resminya di Polresta Denpasar, Kamis (11/6/2015) malam.
 
Menurut Ronny, penyidikan yang dipimpin langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol AA Made Sudana telah melakukan penyelidikan secara maraton terhadap AG atau Agus, bekas pembantu Margareta (ibu angkat Angeline) dan kedua kakak angkat Angeline. Sampai saat ini, Agus pria asal Sumba Nusa Tenggara Timur yang menjadi pembantu atau mantan pembantu rumah tangga ibu angkat korban Margareth menjadi satu-satunya pelaku berdarah dingin tersebut.
 
"Penyidik berkesimpulan dengan didukung dua alat bukti yang sah sebagai tersangka satu orang yang menyebabkan kematian Angeline," ungkap Ronny yang didampingi langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol AA Made Sudana.
 
Ronny beralasan, polisi belum menjadikan Margareta, ibu angkat Angeline sebagai tersangka karena belum ada bukti-bukti yang menjurus bahwa dia bersalah. Yang jelas, sambung Ronny, semua saksi yang diperiksa adalah mereka yang diyakini memiliki keterkaitan dengan tewasnya Angeline yang dikubur di pekarangan rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomer 26 Denpasar.
 
"Kami masih menyelidikinya. Kami ini baru satu hari melakukan penyidikan. Maka dari itu kami masih membutuhkan waktu untuk menyelidiki ini," tegasnya.
 
Untuk memperkuat proses penyidikan, Ronny mengakui tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lainnya yang bisa terlibat dalam pembunuhan sadis tersebut. Keterlibatan pelaku lainnya, baik yang membantu melakukan tindak pembunuhan atau turut serta saat pembunuhan terjadi masih akan terus dilakukan pemeriksaan.
 
"Dari apa yang ditemukan dan upaya yang terus kami lakukan semua untuk melengkapi alat bukti dan semua fakta diperoleh," pungkasnya.[bbn/dws]

Penulis : dws/bbn

Editor :


TAGS : Angeline



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV