Hukrim

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu Dollar Senilai Rp 7 Miliar

Rabu, 10 Agustus 2016 | 06:05 WITA

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Jajaran Reskrim Polsek Denpasar Selatan mengungkap sindikat peredaran dollar palsu yang dilakukan empat warga Jakarta keturunan Tionghoa. Empat pelaku ditangkap di tiga Hotel berbeda, dalam sebuah pengerebekan Senin (8/8) lalu. Petugas mengamankan dollar palsu senilai Rp 7 miliar yang digunakan para pelaku menipu dan mengajak korban berjudi.

Pilihan Redaksi

 
Empat pelaku yang ditangkap yakni Efendi alias Philip, Jarot alias Akim alias Aming (46), Aliong (42) dan Merry (62). Keempat pelaku ini berpura pura membeli tanah korban, Darwin Iskandar yang tinggal di Jalan Tukad Unda, Panjer, Densel. 
 
Awalnya korban didatangi Aliong dan Jarot mengaku suruhan Philip, pada Jumat (5/8) lalu. Sindikat ini berpura pura membeli tanah dan bangunan seluas 3 are sebesar Rp 6 miliar, yang terletak di Jalan Sedap Malam, Denpasar Timur. 
 
“Mereka berpura pura membeli tanah dan bangunan milik korban,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, didampingi Kapolsek Densel AKP Aris Purwanto, Selasa (9/8).
 
Besoknya, mereka datang lagi ke lokasi tanah untuk memastikan harga. Terjadilah kesepakatan dan rencananya Philip akan membayar tanah tersebut di Hotel Grand Bali Beach Sanur. Namun, pada Sabtu (7/8) lalu, korban menuju hotel dan bertemu dengan Aliong dan Merry di kamar 338. “Tapi karena Philip  tidak datang, akhirnya korban disuruh datang hari Senin (8/8),” ucap Kapolresta.   
 
Senin (8/8), sekitar pukul 08.00 Wita korban tiba di hotel  dan bertemu dengan Philip. Lantas Akim mengatakan jika tanah tersebut akan dibeli kakak iparnya bernama Linda. Hanya saja setelah dua jam ditunggu, ternyata Linda tidak muncul. Di kamar tersebut, para pelaku pura-pura ribut dan menyalahkan Philip, yang tidak tepat janji. 
 
“Pertengkaran itu disaksikan korban,” kata Kombes Hadi.
 
Berpura-pura acting sedang emosi, Philip menunjukkan dua tas besar yang isinya mata uang Dolar Amerika. Di sinilah mereka mulai mengerjai korban. Pelaku Aliong, Merry, Akim dan AC (buron) menantang Philip bermain judi. Philip bersedia tapi dengan syarat agar Aliong dan dkk memiliki uang tunai Rp 3 miliar. 
 
“Mereka kemudian berpura pura diskusi dan terkumpul 2,8 miliar. Tapi karena kurang Rp 200 juta, akhirnya Aliong dan Merry meminta bantuan pada korban,” ucapnya.
 
Bagaikan dihipnotis, korban bersedia dan pulang ke rumahnya mengambil uang tunai Rp 200 juta dan kembali ke Hotel tersebut. Selanjutnya, permainan judi ala Tiongkok pun dimulai. Setelah 6 set bermain, korban menang. Namun set ke 7 korban tiba-tiba kalah dan uangnya berpindah tangan ke Philip.
 
Merasa ditipu, korban keluar dari kamar dan berpura-pura menelpon temannya. Lucunya, 4 pelaku juga keluar dari kamar, karena ketakutan korban akan memanggil polisi. Tapi, begitu melihat 4 pelaku keluar dari kamar, korban juga ketakutan karena merasa akan ditangkap. Akibatnya, mereka curiga satu sama lain, hingga akhirnya sampai di loby Hotel. Korban akhirnya melaporkan ke satpam dan menangkap Philip yang membawa uang. 
 
“Philip ditangkap dan diserahkan ke Polsek Densel. Sementara tiga pelaku lain kabur, jelas Kapolresta.  
 
Mantan Kapolres Gianyar ini mengatakan, tiga pelaku lain dikejar dan ditangkap, pada Selasa (9/8) dinihari. Pelaku Jarot dan Aliong ditangkap di Hotel Taman Wisata Jalan Nangka Selatan, Dentim. Sedangkan Merry di J Hotel Jalan Raya Tuban, Kuta. 
 
“Dari pengakuan mereka, yang mencetak uang palsu itu tersangka AC. Kami masih dalami apakah dollar palsu ini sudah beredar dan dimana diproduksi,” tegasnya.[bbn/spy/psk]

Penulis : Surya Kelana

Editor :


TAGS : Dolar Palsu



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV