Hukrim

Pembunuhan Polisi di Kuta

Polisi Diduga Tutupi Motif Kematian Korban Aipda I Wayan Sudarsa

Senin, 22 Agustus 2016 | 05:05 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com, Jimbaran. Pihak keluarga melaksanakan prosesi Mapendem Ring Geni terhadap jenazah Aipda I Wayan Sudarsa di Setra Agung Jimbaran, Badung, pada Minggu (21/8). Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo dan sejumlah pejabat hadir dalam prosesi keagamaan yang berlangsung sekitar pukul 12.48 Wita.

Pilihan Redaksi

 
Setelah jenazah tiba di Setra Agung Jimbaran, regu tembak dari Brimobda Polda Bali melepaskan tembakan sebagai tanda pelepasan jenazah. Dalam prosesi tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menyatakan turut berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya Aipda I Wayan Sudarsa, anggota Unit Lantas Polsek Kuta.
 
Menurut Kombes Hadi, kasus kematian anggotanya itu telah menetapkan David James Taylor warga Inggris dan pacarnya, Sarah Connor sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 dan atau pasal 170 ayat 2 dan pasal 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun. 
 
“Keduanya dijerat pasal berlapis terkait kematian korban,” ungkapnya.
 
Untuk motifnya Kombes Hadi belum menjelaskan secara rinci dengan alasan masih didalami. Namun dia mengatakan, saat diinterograsi Kapolda keduanya mengaku mabuk sehingga tak sadarkan diri. Ditanya apakah motif awal karena korban mengintip dua tersangka pacaran? Kapolresta cepat-cepat menepisnya. 
 
“Jangan terlalu jauh menyimpulkan. Apa yang mereka katakan itu merupakan upaya pembelaan diri,” tegasnya.
 
Diungkapkannya, Aipda Sudarsa tidak mengintip kedua tersangka berpacaran di pantai. Saat berada di TKP, anggotanya itu sedang menjalankan tugasnya mengatur lalu-lintas di pos Polisi depan Hotel Pullman. Soal ditemukannya sebuah teleskop di TKP, Kombes Hadi membenarkannya. Alat teropong jarak jauh itu bukan milik dinas kepolisian tapi milik korban. 
 
“Ya benar, teleskop itu milik korban,” terangnya.
 
Jebolan Akpol Akpol 1993 ini mengurai soal bukti darah di TKP dan di Homestay Kubu Kauh Legian tempat menginap kedua tersangka. Diterangkannya, hasil cek Laboratorium forensic, dua darah itu identik dengan darah tersangka. Dimana saat kejadian, tersangka Sarah sempat melukai korban dengan kuku tangannya, pada saat korban mengigit pahanya.
 
“Kedua tersangka masih mengelak membunuh. Tapi dari hasil penyelidikan, korban dan mereka ini sama sama mengalami luka. Sempat terjadi bentrok fisik. Jadi motifnya karena kedua tersangka ini mabuk,” bebernya sembari menjelaskan bahwa tersangka David Jambes Taylor kini didampingi kuasa Hukum Haposan Sihombing. Sementara Sarah Connor menunjuk kuasa hukumnya Erwin Siregar dan Robert.
 
Sementara itu, dihubungi wartawan, Haposan Sihombing menjadi kuasa hukum David James Taylor mengatakan bahwa dari keterangan David, bahwa Aipda Wayan Sudarsa berbuat tidak baik terhadap Sarah. 
 
"Dalam pengakuan David, polisi itu (Aipda Wayan Sudarsa) tidak baik. Sarah berkata kepada David bahwa Polisi itu menindihnya," jelasnya.
 
Kejadian penindihan itu terjadi pada saat mereka pacaran di bibir pantai TKP. Sekitar 10 menit, keduanya kembali ke TKP dan melihat ‎tas Sarah hilang. Keduanya berpencar mencari namun tas tidak ditemukan. Akibatnya Sarah menangis. 
 
"David kembali ke Pantai, dan menemukan teleskop, handphone dan kain. Disana David melihat ada 3 orang bersama Sarah, terang pengacara asal Sumatera Utara ini.[bbn/spy/psk] 

Penulis : Surya Kelana

Editor :


TAGS : Polisi Mati Kuta



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV