Informasi

Gubernur Soroti Diskriminasi Sulinggih di Klungkung

Minggu, 04 September 2016 | 04:55 WITA

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Gubernur Bali, Mangku Pastika menanggapi posting_bkan yang ramai di media sosial terkait penolakan seorang sulinggih yang dilarang muput (memimpin upacara agama) di sebuah pura di Klungkung. Menurutnya kedudukan sulinggih adalah sama dan tidak boleh didiskriminasi. 

Pilihan Redaksi

 
“Jika sudah medwijati artinya sudah menjadi sulinggih, maka kedudukannya sama. Dan orang yang mendiskriminasi artinya dia tidak mengerti dengan ajaran agama Hindu,” ujarnya, saat melakukan simakrama dengan masyarakat di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Sabtu (3/9). 
 
Pastika juga mengaku dirinya sudah berbicara dengan  Bupati Klungkung , Nyoman Suwirta terkait hal ini dan memintanya untuk menyelesaikannya dengan cara bijak. 
 
“Jangan sampai Bali dan Hindu yang sudah kecil ini terpecah hanya karena kesombongan segelintir orang,” tegas Pastika. Di bagian lain dia juga mengingatkan para sulinggih agar tidak mudah terpancing emosinya dan kepada para pengguna media sosial Pastika meminta agar hati hati dalam memposting_bk  apapun. 
 
“Tidak ada hak jawab di media sosial, tidak ada hubungannya dengan UU Pers, tapi  undang undang Informatika dan Transaksi Elektronik (ITE) yang akan mengaturnya,”ujarnya.[bbn/hms/psk]

Penulis : bbcom/rls

Editor :


TAGS : Pemprov Propinsi Bali



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV