Hukrim

Ngaku Dapat Pawisik, Dukun Cabul "Jos" Korbannya Dua Kali

Rabu, 21 September 2016 | 19:05 WITA

bbn/nod

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Dukun cabul yang mengaku dapat pawisik (bisikan alam gaib), I Wayan Sangka (43) asal Banjar Senapahan Kaja, Desa Banjar Ayar, Kecamatan Kediri, Tabanan, mengaku menyetubuhi korbanya DAWC (23) sebanyak dua kali. Atas perbuatanya tersebut tersangka dukun cabul I Wayan Sangka dijerat pasal 285 KUHP tentang pencabulan dan kekerasan dengan acaman hukuman 12 tahun pejara.

Pilihan Redaksi

 
Kapolsek Kediri Kompol I Putu Suprama, Rabu (21/9) mengatakan tersangka berhasil ditangkap  setelah ada laporan dari Ibu korban DAWC Senin tanggal 19 September 2016. 
 
“Ibu korban melaporkan Senin pagi hari. Sorenya sekitar pukul 17.00 Wita hari itu juga kami ringkus tersangka di rumah temanya di banjar Taman Sari, depan Taman Makam Pahlawan Pancakatirta, Tabanan,” jelas Kompol Suprama. 
 
Ditambahkanya, keduanya saling kenal saat berjumpa di rumah sakit.  
 
“Mungkin di sana awalnya tersangka mengaku bisa mengobati,” terang Kapolsek Suprama.
 
Dijelaskanya, modus yang dilakukan tersangka berpura pura menjadi dukun dan bisa menyembuhkan penyakit yang diderita oleh korban. Namun hal itu hanyalah akal-akalan tersangka supaya bisa menyetubuhi korbanya.  
 
“Baru satu korban yang diakui tersangka,” jelas Kapolsek Suprama.
 
Sementara itu tersangka Wayan Sangka  yang tangan dan kakinya penuh tato, mengaku bisa mengobati orang sakit dari pawisik. 
 
“Saya dapat pawisik sehingga bisa mengobati orang sakit,” jelasnya sambil menuduk. Ketika ditanya apakah puas menyetubuhi korban, tersangka yang berperawakan kurus ini tidak menjawab hanya menganggukan kepalanya sembari mengatakah baru DAWC saja yang menjadi korbanya. 
 
“Tidak ada korban lain,” jelas Sangka duda satu anak ini.
 
Kasus pemerkosaan dengan kekerasan ini dilaporan oleh ibu Korban DAWC yang geram dan merasa ditipu setelah korban menceritakan peristiwa tersebut.
 
Kronologis kejadian bermula ketika, tersangka ke rumah ibu korban di TKP pada  Kamsi (15/9) lalu sekitar pukul 23.00 dengan tujuan untuk mengobati kakek korban yang sakit. Tersangka mengaku bisa mengobati penyakit niskala. Ketika itu, tersangka yang melihat korban langsung mendiagnosa jika korban mengalami santet dan korban memiliki masalah. Setelah mengobati kakek korban, pelaku pun lanjut mengobati korban dengan memerintahkan korban menyiapkan tiga batang dupa, dauh sirih serta benang. 
 
Setelah sarana itu siap, sekitar pukul 24.00 Wita tersangka kemudian membuat dupa, daun sirih dan benang menjadi menyerupai boneka dan meminta ibu korban untuk menghidupkan dupa dirumah asal korban yang jaraknya cukup jauh dari TKP. Tersangka menyuruh ibu korban menunggu dupa yang menyala tersebut hingga padam. Saat itulah hanya ada kakek dan nenek korban di rumah dan berada di dalam kamar . 
 
Sekitar pukul 01.00 Wita tersangka dan korban yang berada di teras dapur duduk berhadapan diatas lantai dengan beralaskan tikar pelastik. Saat itulah tersangka mematikan lampu dan mulai melakukan aksi bejatnya. Korban sempat berteriak dan nenek korban keluar kamar. Namun tersangka mengatkan tidak ada apa apa karena masih dalam proses pengobatan. Dibawah ancaman korban kemudian tak berdaya melayani napsu bejat tersangka. 
 
Ibu korban kemudian datang dari rumah asalnya tidak curiga dengan kelakuan bejat tersangka, Ibu korban kemudian disuruh membuang boneka yang dibuatnya itu ke sungai. Saat ibu korban membuang boneka itu ke sungai, tersangka kembali menyetubuhi korban. Tersangka  baru pulang ke rumahnya keesokan harinya sekitar pukul 05.30 Wita. Korban yang sudah memiliki satu anak dan tinggal di Denpasar ini kemudian mengadukan perlakuan bejat tersangka kepada ibunya.[bbn/nod/psk] 

Penulis : bbcom/nod

Editor :


TAGS : Tabanan



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV