Hukrim

Ibu RT di Monang-Maning Dibunuh Karena Uang Rp 1,8 Juta

Kamis, 22 September 2016 | 06:05 WITA

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dalam hitungan 24 jam, Tim Resmob Polresta Denpasar berhasil menangkap Tono (TN) pelaku pembunuhan Suyani, ibu rumah tangga (RT) yang tewas di rumahnya di Jalan Gunung Lebah IV nomor 43 Monang maning Denpasar. Kaki kiri tersangka asal Kebumen Jawa Tengah ini terpaksa ditembak saat kabur dari lokasi penangkapan di Jalan Merpati Gang Nuri Denpasar, pada Rabu (21/9) sekitar pukul 01.20 dinihari.  

Pilihan Redaksi

 
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, pasca kasus ini berlangsung, Tim Resmob langsung mengejar pelakunya, Tono. Kamar kosnya di Jalan Merpati Gang Nuri Denpasar digerebek namun lelaki asal Kebumen ini tidak ditemukan. Petugas kemudian menelusuri seputaran wilayah Monang-maning Denpasar dan menemukan Tono berjalan kaki di tikungan Jalan Merpati Denpasar, sekitar pukul 01.20 dinihari. “Dia ditangkap saat menuju ke rumah kosnya,” ujarnya.
 
Namun saat dikembangkan mencari barang bukti pisau yang menusuk korbannya Suyani, tersangka Tono kabur. Petugas terpaksa melepaskan tembakan ke udara, namun karena tidak diindahkan peluru akhirnya bersarang ke kaki kiri tersangka. “Dia melawan dan kakinya terpaksa ditembak supaya tidak kabur,” bebernya.  
 
Tim Resmob dipimpin Kanit 1 Iptu Sulhadi, petugas kemudian melakukan pencarian barang bukti pisau pda Rabu (21/9) sekitar pukul 12.00 Wita dan petugas menemukan pisau di buang di dalam sumur Pura Beji. “Kami juga telah melakukan pra rekontruksi di rumah korban dan tersangka TN mengakui perbuatannya. Dia mengaku pisau itu yang digunakan menusuk korban,” tegas mantan Kapolsek Kuta Utara ini.
 
Dalam pemeriksaan, tersangka pedagang kue ini mengakui bahwa kedatangannya ke rumah korban dengan maksud meminjam uang kepada korban. Namun, saat tiba disana, rumah korban dalam keadaan kosong dan pintu pagar terkunci. Tersangka kemudian berbelanja di warung sebelah sambil menunggu korban. Tak lama, korban dan anaknya datang.
 
Sekitar pukul 11.00 Wita, korban keluar dan tersangka Tono menuju Mushalla Al Iklas dan kembali ke TKP. Dia melihat korban pulang bersama anaknya Zapa Nur Ahid. “Pelaku datang untuk membahas masalah utang sebesar Rp 1,8 juta,” ujar Kompol Reinhard.
 
Ternyata, kedatangan tersangka bukan untuk mengembalikan utang tapi meminjam kembali. Akibatnya Suyani jengkel dan mengomel-ngomel. Tidak terima diomelin, tersangka marah dan mengeluarkan pisau yang dibawanya dari rumah. Pada saat posisi korban di depan pintu teras rumah dan posisi tersangka di ruang tamu. Tersangka menarik badan korban dari depan mengapit leher korban dengan tangan kiri.
 
Sementara tangan kanan tersangka  sambil tangan kanan pelaku menusukkan pisau ke tubuh korban berulang-ulang. Ibu rumah tangga ini sempat melawan namun terkena tusukan. Korban berupaya lari ke depan rumah dan minta tolong. Sementara anak korban Zapa mendengar teriakan korban berlari memeluk ibunya.
 
Tragis, tersangka Tono menusuk punggung sang anak hingga tembus ke paru-paru. Akhirnya, Suyani tersungkur dipinggir jalan depan gerbang rumah dan pelaku kabur. “Pelaku sembunyi di dalam areal Pura Beji (seputaran jalan Kelimutu, red) dan pisau tersebut dibuang kedalam sumur yg ada di dalam pura Beji. Setelah malam pelaku keluar dan berjalan kaki dan kami tangkap,” tegas perwira asal Sumatera Utara ini.
 
Selain itu kata Kompol Reinhard, tersangka juga mengakui saat penampahan Kuningan, Jumat (17 September lalu) sekitar pukul 10.00 Wita pernah merampok di rumah tetangga kosnya, Pak Rais, namun gagal. Pasalnya, tersangka sempat menodongkan pisau ke korban dan anaknya. Melihat perampok bawa pisau, korban kabur dan tidak melaporkan kejadian berdalih takut.[bbn/spy/psk]

Penulis : Surya Kelana

Editor :


TAGS : Pembunuhan Denpasar



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV