News

Tanpa Kepastian HAKI, Investor Sulit Tanam Modal di Indonesia

Sabtu, 08 Oktober 2016 | 22:40 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Tanpa adanya kepastian soal Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), investor akan sulit menanamkan modal di Indonesia.

Pilihan Redaksi

 
Hal ini disampaikan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, Sabtu (8/10) malam, saat membuka pertemuan Asian Patent Attorney Association (APAA) ke-66 di BICC, Nusa Dua.
 
"Hal ini disadari pemerintah Indonesia, sehingga berbagai kebijakan telah dibuat untuk memberikan kepastian HaKI, sehingga investor memperoleh kepastian dalam berinvestasi,"ujar Laoly.
 
Terkait hal ini, Presiden APAA, Patrick Kim menyatakan, Terkait kebijakan HaKI di Indonesia, ia menilai Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk melakukan perbaikan. Ia mengatakan sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia bisa memperoleh banyak masukan dari APAA terkait HaKI.
 
Setelah mendengarkan pernyataan Menkumham saat pembukaan, Patrick mengatakan, perbaikan kebijakan HaKI sudah dilakukan dan pemerintah Indonesia mempunyai komitmen untuk menyelesaikan beragam persoalan HaKI yang kini masih ada di Indonesia. 
 
"Pemerintah Indonesia agar fokus pada tiga isu penting di HaKI, yakni paten, copyright, dan trademark,"ujarnya.
 
Kim menambahkan, kegiatan tahunan ini akan membicarakan tentang pertukaran informasi terkait HaKI. Selain itu juga akan dibicarakan soal isu-isu terkini tentang HaKI. Yang akan menjadi bahasan dalam pertemuan tiga hari ini juga akan membicarakan soal UK Brexit dan bungkus rokok polos yang sudah diterapkan di beberapa negara, seperti Australia dan Singapura.
 
Asian Patent Attorney Association (APAA) adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang didedikasikan untuk mempromosikan dan meningkatkan perlindungan Kekayaan Intelektual di kawasan Asia (termasuk Australia dan Selandia Baru). 
 
Presiden dari Asian Patent Attorney Association adalah Mr. Patrick Y. Kim. APAA didirikan pada bulan Desember 1969 dan berpusat di Jepang serta memiliki sekitar 2.315 Anggota yang mewakili 18 Negara diantaranya, yaitu: Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Jepang, Hong Kong, Korea, Macau, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Pakistan, Filipina, Singapura, Srilanka, Taiwan, Thailand, Vietnam dan Anggota Perorangan dari Negara Buthan, Brunei, Kambodia, Laos, Mongolia dan Nepal. 
 
APAA Grup Indonesia terpilih menjadi Tuan Rumah dalam menyelenggarakan “The 66th APAA Council Meeting – Asian patent Attorneys Association (APAA)” untuk pertama kalinya di Bali, yaitu pada tanggal 8–11 Oktober 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center dan di Bali International Convention Center (BICC – Westin Hotel). 
 
Indonesia adalah Negara ke-13 yang menyelenggarakan Council Meeting dari APAA setelah lebih dari 60 kali diselenggarakan secara bergantian di berbagai negara lainnya. Jumlah seluruh Anggota APAA Grup Indonesia adalah 73 orang, terdiri dari praktisi hukum dan Konsultan Kekayaan Intelektual.  
 
“The 66th APAA Council Meeting – Asian Patent Attorneys Association (APAA)” dihadiri oleh kurang lebih 1590 Peserta yang mewakili 17 Negara Peserta dan 6 Negara, Peserta terdiri dari pengacara di bidang Kekayaan Intelektual, khususnya Paten, pemerhati dan pengamat Kekayaan Intelektual dari hampir seluruh negara di dunia, mewakili kurang lebih 50 Negara, yaitu dari Asia, Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin dan Afrika. Acara dihadiri pula oleh 367 Observer (Pengamat) dari Eropa, Amerika, Afrika, Inggris, Perancis, Jerman, Switzerland, Rusia, Kanada, Spanyol, Nigeria, Meksiko, Belanda, dan sebagainya.
 
Penyelenggaraan “The 66th APAA Council Meeting – Asian patent Attorneys Association (APAA)” mencakup kegiatan lokakarya, diskusi, women in APAA, dan kegiatan lainnya.[bbn/rls/psk]

Penulis : bbcom/rls

Editor :


TAGS : Menkumham Nusa Dua



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV