News

Uluran Tangan Ormas PBB di Kampung Bugis Serangan

Minggu, 08 Januari 2017 | 12:29 WITA

Pemberian bantuan oleh ormas PBB pada anak-anak korban eksekusi lahan Kampung Bugis Serangan. [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Setelah sebelumnya melakukan kegiatan bakti sosial di Pura Teratai Bang, Bedugul, Tabanan, kini organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Bali Bersatu (PBB) sebagai ormas modern dengan paradigma barunya kembali melanjutkan bakti sosial. Pura Taman Beji di Desa Adat Tonja, Denpasar Utara dan ke kampung Bugis Serangan, Denpasar dipilih sebagai aksi sosial selanjutnya. 

Pilihan Redaksi

 
Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu (PBB), Made Muliawan Arya atau De Gajah, menyatakan aksi bakti sosial ini sebagai aksi spontanitas, sekaligus juga komitmen PBB untuk melakukan kegiatan berguna bagi masyarakat. 
 
Pilihan Redaksi: 
 
Menurutnya, kegiatan ini juga berguna untuk keanggotan PBB agar membiasakan diri ringan tangan membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.
 
"Ini aksi spontanitas seperti aksi sosial di Pura Teratai Bang yang tertimpa musibah. Seperti dalam kerja bakti bersih-bersih diarea pura ini kita juga memberi sumbangan dan menghaturkan satu pelinggih batu selem untuk Penunggun Karang di Pura Taman Beji di Desa Adat Tonja, Denpasar Utara yang sebelumnya rusak akibat terkena banjir bandang beberapa waktu lalu," ucap De Gajah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu.
 
Bakti sosial pada  Sabtu sore (7/1) itu dipimpin langsung Ketua Umum PBB I Komang Gede Juliantara bersama Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu (PBB), Made Muliawan Arya atau De Gajah, Sekretaris PBB Putu Bent Mahardika (Tu Bent), dan Bendahara Umum PBB Wayan Eka Yasa. 
 
Bakti sosial di Kampung Bugis Serangan ini disertai pula dengan pemberian sumbangan seragam sekolah, alat-alat tulis, dan sepatu kepada anak-anak yang terkena dampak penggusuran. Sumbangan diserahkan langsung De Gajah bersama pengurus PBB lainnya dan di terima oleh Lurah Serangan, Wayan Karma dan Kepala Lingkungan, Muadi dan pihak PMI di tenda pengungsian di Lapangan Made Bulit, Serangan, Denpasar.
 
Saat melihat langsung kondisi anak-anak korban penggusuran, De Gajah pun menetaskan air mata. 
 
"Gimana tidak terharu, saya juga punya anak kecil dan melihat mereka (anak-anak) yang trauma bermain dan belajar didalam tenda membuat saya sedih. Saya terharu dan membayangkan bagaimana kalau itu terjadi pada diri kita sendiri, apa tidak sedih coba. Hal inilah semakin memacu kita semua di PBB agar lebih berbuat nyata untuk misi kemanusiaan," ucap De Gajah. 
 
Sementara, sumbangan tidak hanya berupa seragam sekolah, alat-alat tulis dan sepatu kepada anak-anak yang terkena dampak penggusuran, De Gajah bersama pengurus dan anggota PBB juga memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar rajin belajar dan tidak trauma lagi. 
 
Menurut De Gajah, ternyata kebutuhan anak-anak yang paling mendesak yakni seragam sekolah baik berupa pakaian, sepatu, dan alat tulis lainnya.
 
Pilihan Redaksi: 
 
Untuk itulah, De Gajah mengaku PBB menyumbangkan seragam, sepatu, dan alat tulis kepada seluruh anak-anak sekolah korban penggusuran yang jumlahnya mencapai 44 anak yang terdiri dari anak TK 7 orang, muris SD 23 orang, 7 orang siswa SMP dan SMK sebanyak 7 orang. 
 
"Sebelumnya anak-anak korban penggusuran di Kampung Bugis, Serangan saat kita tanya sangat takut melihat orang bergerombol. Kita sudah melakukan koordinasi dengan psikiater dari RS Wangaya dan RS Sanglah untuk bisa memberikan pendampingan kepada anak-anak korban penggusuran ini agar bisa menghilangkan trauma anak-anak pasca penggusuran pasca aksi bentrok warga dengan polisi itu," tandas pria berkepala plontos dan berbadan kekar itu.
 
Selain di Serangan, Ormas PBB juga sebelumnya melakukan bakti sosial terlebih dahulu  di Pura Taman Begi yang diikuti ratusan pengurus pusat dan daerah serta anggota PBB . Kegiatan yang dilakukan berupa aksi bersih-bersih sisa lumpur banjir bandang dan membongkar pondasi pelinggih lama yang hancur dan akan segera dibangun pelinggih yang baru. Bakti sosial ini, sebelumnya di terima oleh Bendesa Adat Tonja, Made Sudarsana, Lurah Tonja, Ade Indahsari Putri SH serta prajuru Banjar Tonja.  [bbn/wrt]

Penulis : bbn

Editor :


TAGS : Kampung Bugis Pulau Serangan Ricuh Eksekusi Tanah



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV