Ekbis

Bisnis Kakao di Indonesia Hadapi Tantangan Cukup Serius

Kamis, 14 November 2019 | 06:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Bisnis kakao di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup serius, mengingat produksi biji kakao yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan kakao yang saat ini baru mencapai 55% dari kapasitas terpasang di industri.

Pilihan Redaksi

  • "Senggol Sulewesi" Awal Munculnya Berbagai Jenis Bisnis di Denpasar
  • Ini Tips Jitu Agar Usaha Berumur Panjang Ala Joger
  • Pemprov Bali Beri Penghargaan Bagi Wirausaha Muda Berprestasi
  • Hal ini menjadi dasar pemikiran dan upaya bersama guna melakukan review terhadap seluruh bagian di dalam rantai suplai dari kebun ke Pabrik dan dari Pabrik ke pembeli. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang saat ini dirasa terjadi diskoneksi sehingga menyulitkan menentukan strategi dan kerangka kerja bersama antara kebun dan Industri.
    Hal itu disampaikan, Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), Arie Nauvel Iskandar di Denpasar, Rabu (13/11/2019).
    "Permintaan Kakao cenderung dari dalam negeri, jika dilihat dari kapasitas terpasang pabrik misalnya, pabrik hanya mampu memproduksi 800 ribu ton per tahun. Sedangkan jika dilihat total jumlah pabrik di Indonesia hanya mampu menyerap 55% dari kapasitas tersebut, itupun sudah termasuk impor," jelasnya.
    Dikatakan indonesia sebenarnya masih memiliki potensi besar jika dilihat dari kapasitasnya yang dinilai terbesar di dunia, tetapi berbeda jika dilihat dari sisi pengolahan. 
    Dia menambahkan, dengan mengurai permasalahan bisnis kakao secara holistik, tentu diharapkan bisa ditemukan jurang pemisah yang ada serta kebijakan apa yang dibutuhkan dalam upaya meningkatkan produktifitas biji maupun meningkatkan nilai tambah Industri Kakao tersebut.

    Penulis : Agung Gede Agung

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Bisnis Kakao Tantangan Serius Kebutuhan Industri



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV