Dewa Nyoman Budiasa, Carut Marut Peraturan dan Edukasi Pelaut - Beritabali.com

HOME / NEWS /

Dewa Nyoman Budiasa, Carut Marut Peraturan dan Edukasi Pelaut

Senin, 08 Mei 2017 | 09:55 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,  Denpasar. Selama ini telah terjadi tumpang tindih peraturan terkait profesi para pelaut. Akibatnya para pengusaha penyaluran tenaga kerja pelaut dan para pelaut sering kebingungan dengan adanya peraturan yang tumpang tindih dan sering berubah-ubah.

Pilihan Redaksi

  • Buka Layanan Terpadu Satu Pintu, Pemprov Bali Harapkan Peningkatan Investasi
  • Pakar Green Building : Pembangunan di Bali Tidak Terkontrol
  • GBCI Hadir di Bali, Wujudkan Lebih Banyak Bangunan Hijau
  •  
    BACA JUGA : 110 Bakal Caleg Nasdem Denpasar Akan Ikuti Sekolah Politik
     
    "Terjadi tumpang tindih peraturan yang menyangkut profesi pelaut. Peraturan menyangkut profesi pekerja pelaut ini perlu dibenahi dan diharmonisasi di seluruh stakeholder sehingga tidak merugikan para pelaut," ujar Wakil Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), I Dewa Nyoman Budiasa, di Bali Seaferers Centre, jalan Hayam Wuruk Denpasar (6/5/2017). 
     
    Menurut Dewa, selain merugikan dan membingungkan para pelaut, peraturan yang tumpang tindih dan sering berubah juga membuat pengusaha atau agen penempatan awak kapal seringkali kebingungan.
     
    "Ini yang perlu dibenahi dan diharmoniskan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerjanya (pelaut)," ujar Dewa.
     
    Untuk menata aturan terkait profesi pelaut ini, kata Dewa, tahun 2016 Pemerintah Indonesia telah meratifikasi peraturan konvensi internasional ILO 2006, yakni Maritime Labour Convention, yang isinya memuat hak dan kewajiban dari pemerintah, pengusaha kapal, dan hak kewajiban para pekerjanya. 

    Pilihan Redaksi

  • Ini Pantangan Jika Mendaki Gunung Agung
  • Bayi 6 Bulan di Karangasem Derita Tumor Pembuluh Darah
  • Putri Karangasem Harumkan Bali di Kancah Nasional
  • iv>
     
    "Akhirnya pemerintah meratifikasi Maritime Labour Convention 2006 yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama Dewan Perwakilan Rakyat, mengesahkannya menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Pengesahan MLC 2006 atau Pengesahan Konvensi Ketenagakerjaan Maritim pada 6 Oktober 2016 lalu," jelasnya.
     
    Terkait edukasi para pelaut khususnya di Bali, sejak tahun 2001 KPI Bali telah menggelar cruise seminar untuk memberi pembekalan kepada pelaut terkait hak dan kewajiban mereka ketika bekerja di kapal pesiar. 
     
    "Untuk tahun ini (2017) kami akan selenggarakan cruise seminar 1-4 Juli di Denpasar, yang  bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pelaut, apa sebenarnya hak-hak mereka selama mereka bekerja sebagai pelaut. Selama ini mereka dibingungkan dengan carut marut dan tumpang tindih kebijakan pemeritah yang selalu berubah," ujarnya. [bbn/psk]

    Penulis : bbn

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Pelaut Bali Kpi


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya