News

Investigasi Tim Beritabali.com

Sosiolog Unud: "Secara Kultur Masyarakat Bali Tak Kenal Prostitusi" [PART V]

Selasa, 06 Juni 2017 | 11:00 WITA

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tim investigasi beritabali.com telah menelusuri 3 tempat spa dan 1 lokasi karaoke yang disinyalir memberikan layanan "plus-plus" yang menyeret gadis Bali di dalamnya. Hasilnya, keempat tempat tersebut positif menjadi lokasi berkembangnya prostitusi terselebung dengan gadis Bali sebagai salah satu primadona. 

Pilihan Redaksi

  • Berusaha Sembunyikan Identitas, Ketahuan dari Logat Balinya [PART IV]
  • "Kerja di Spa Plus Setelah Ditinggal Mati Ayah" [PART III]
  • "Ijazah SMK, Kerja di Spa Karena Penghasilan Lumayan" [PART II]
  •  
    Sosiolog Universitas Udayana I Gst. Pt. Bagus Suka Arjawa menyatakan secara kultural dan tradisional, masyarakat Bali tidak memiliki budaya bisnis prostitusi. Walaupun saat ini mulai bermunculan, Suka Arjawa meyakini jumlahnya tidaklah semasif di luar bali.
     
    Namun, jika melihat secara global, bisnis ini sudah menjadi hal wajar di masyarakat. Menurutnya, bahkan prostitusi sudah mulai ada dan dikenal sejak manusia memulai peradaban. 
     
    "Bali baru mengenal istilah prostitusi lewat selentingan dakocan yakni dagang kopi cantik. Pedagangnya tidak hanya berjualan kopi tapi ada hal lain juga yang dijual," sebutnya. 
     
    Suka Arjawa bahkan menyebutkan masyarakat Bali sejak dulu biasa mengklasterkan masyarakat berdasar wilayah dengan perempuan baik dan perempuan berperilaku aneh.
     
    "Misalnya ada anjuran kalau menikah jangan di wilayah ini karena wanitanya berpelakuan aneh," sambungnya. 
     
    Suka Arjawa juga tidak menampik majunya perkembangan zaman terutama lewat masuknya pariwisata semakin memberi ruang untuk bisnis-bisnis ini kian menjamur. 
     
    Ia mengakui Bali selain terkenal dengan panorama maupun budaya juga patut diancungi jempol untuk wisata spanya. 
     
    "Spa itu bisnis menjanjikan ditambah dengan kebutuhan ekonomi yang tinggi maka lahirlah bisnis-binis prostitusi berkedok ini," ujarnya. (bersambung di tautan berikut). [bbn/tim/wrt]
     
    Baca Prolog di tautan berikut: Fenomena Makin Banyaknya Gadis Bali yang Kerja di Karaoke dan Spa "Plus"
    Baca Part I di tautan berikut: "Kerja ke Karaoke Demi Penghasilan Layak"
    Baca Part II di tautan berikut: "Ijazah SMK, Kerja di Spa Karena Penghasilan Lumayan"
    Baca Part III di tautan berikut: "Kerja di Spa Plus Setelah Ditinggal Mati Ayah"
    Baca Part IV di tautan berikut: Berusaha Sembunyikan Identitas, Ketahuan dari Logat Balinya 

    Penulis : bbn

    Editor : bbn/wrt


    TAGS : Spa Karaoke Investigasi



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV