Hukrim

Pembunuh Suami Istri Jepang Dibekuk, Motifnya Untuk Bayar Hutang

Senin, 18 September 2017 | 12:49 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Aparat kepolisian Polresta Denpasar berhasil membekuk pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) asal Jepang, Matsuba Hiroko (70) dan Matsuba Norio (73) yang tewas di rumah kontrakannya di Perumahan Puri Gading II Blok F1, Jimbaran Kuta Selatan. Pelakunya adalah pria asal Bali, berinisial I Putu A (25), ia mengaku  membunuh pasutri tersebut karena butuh uang untuk bayar hutang.

Pilihan Redaksi

  • Polisi Temukan Tapak Kaki Pembunuh Pasutri Jepang
  • Pelaku Kasus Pembunuhan Pasutri Jepang Belum Berhasil Diungkap
  • Pasutri Asal Jepang Tewas, Polisi : Pelakunya Lebih dari Satu
  •  
    Hingga kini belum ada keterangan resmi dimana Putu A ditangkap. Sumber kepolisian hanya mengatakan bahwa penangkapan pemuda asal Bali itu berlangsung pada Senin (18/9) sekitar pukul 03.00 dinihari.
     
    "Putu A sudah dicari sejak tewasnya pasutri asal Jepang," jelas sumber kepolisian Senin (18/9).
     
    Hasil interograsi terhadap Putu A, dia mengaku tidak mengenal pasutri jepang tersebut. Awalnya pada Minggu (3/9) jam 08.30 wita pelaku jalan-jalan di seputaran jalan Puri Gading. Sesampainya di rumah korban Perum Puri Gading Blok F1 no. 6 jimbaran, Kuta Selatan.
     
    Melihat pintu gerbang terbuka, pelaku langsung masuk. Sebelum masuk pintu rumah pelaku melihat ada pisau dirak sepatu, selanjutnya pelaku mengambil dan membawa masuk ke dalam rumah.
     
    "Pelaku melihat lantai I kosong  selanjutnya naik ke lantai 2. Dia melihat korban wanita an. Matsubha Hiroko membawa tas berisi uang," kata sumber yang enggan disebut namanya itu.
     
    Tanpa ba bi bu, pelaku langsung membekap, mengikat, menusuk korban pada leher dan perut. Setelah Matsuba Hiroko terkapar bersimbah darah, pelaku melihat suami korban an. Matsubha Norio naik tangga dilantai 2.
     
    Pelaku langsung membekap mulut Norio, menusuk punggung dan menggorok leher korban hingga tewas seketika.
     
    "Dari pengakuannya mayat pasutri itu

    Pilihan Redaksi

  • Dibalik Letusan Gunung Agung 1963 [ Part II-Selesai ]
  • Status Waspada, 15 Pendaki Nekat Naiki Gunung Agung
  • Dibalik Letusan Gunung Agung 1963 [ Part I ]
  • ditaruh di kamar lantai 2 dan ditutupi dengan bed cover dan menaruh ranting kayu di atasnya," ungkap sumber.
     
    Usai membunuh, pelaku mencuci tangan pelaku ke bathup di lantai 2 dan mengganti baju dan celananya dengan baju dan celana milik korban. Sekitar jam 12.00 wita pelaku keluar membawa mobil ke arah Tanah Lot dan kembali lagi ke lokasi pembunuhan dengan membawa korek api kayu, dupa, dan bensin dalam botol aqua.
     
    "Pelaku kembali datangi TKP untuk menghilangkan barang bukti dengan membakar korban dan beberapa ruangan di rumah korban," tandas sumber.
     
    Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja membenarkan ditangkapnya pembunuh pasutri asal jepang tersebut.
     
    "Benar pelaku ditangkap tadi pagi dan masih diinterograsi. Dia mengaku membunuh korban untuk bayar utang," jelas Kombes Hengky (18/9). [bbn/spy/psk] 

    Penulis : bbn

    Editor : bbn/spy/psk


    TAGS : Pembunuhan Jepang



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV