News

4 Pengungsi Gunung Agung Dirawat di BRSU Tabanan, Satu Janin Meninggal

Selasa, 26 September 2017 | 21:00 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, TABANAN.
Sebanyak empat pengungsi gunung agung asal kabupaten Karangasem menjalami perawatan di BRSU Tabanan. Namun dari empat pengungsi tersebut, satu janin yang masih dalam kandungan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Pilihan Redaksi

  • Ini Infrastruktur yang Terdampak Letusan Gunung Agung
  • Akibat Gempa Gunung Agung, Pohon Keramat Ambruk
  • Kementerian PUPR Distribusikan Sarana Air Bersih ke Lokasi Pengungsian Gunung Agung
  •  
    Direktur BRSUD Tabanan, dr Nyoman Susila didampingi Kasubid Humas dan SIM Rekam Medis BRSUD Tabanan, I Made Suarjaya, Selasa (26/9/2017) menjelaskan ada empat pasein dari pengungsi gunung agung Karangasem menjalani perawatan di BRSU Tabanan. Mereka adalah dua ibu hamil yakni Ni Komang Vintri (38) dari Banjar Dangin Sema, Bebandem dan Ni Ketut Mariani (22) asal Desa Sebudi, Selat. Pengungsi lainnya Jero Mangku Sangri (57) asa Banjar Buana Giri, Desa Kumala Budakeling dan Ni Kadek Indah (6) asal karangasem.  
     
    dr Susila menambahkan, janin Ni Komang Vitri yang sudah berusia 37 minggu meninggal didalam kandungan.  
     
    “Benar janinnya sudah meninggal dunia. Dan saat ini  ibu sang janin masih dirawat untuk proses melahirkan secara normal,” jelasnya. 
     
    Pasien mandiri ini sebelumnya tinggal di keluarganya Banjar Yeh Malet Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan Tabanan. Ia datang diatarkan oleh bidan dan keluarganya pada pukul 09.00 wita pada Selasa (26/9). 
     
    Kata dia, sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien tersebut sempat diperiksakan ke bidan. Kemungkinan terjadi hal aneh, pasien dibawa ke BRSUD Tabanan untuk dilakukan penindakan lebih lanjut. Ternyata setelah dilakukan USG bayi tersebut sudah meninggal didalam kandungan.
     
    Oleh karena itu, langkah yang akan diambil oleh pihaknya yakni menyelamatkan sang ibu. Dengan cara segera memberikan rangsangan untuk bisa melahirkan bayi secara normal. Penindakan ini harus cepat dilakukan untuk menghindari terjadinya sang ibu dalam kondisi kejang. 
     
    "Jika sudah kejang nanti akan vatal akibatnya," imbuh dr Susila.
     
    Untuk penyebab kematian sang janin, belum diketahui secara jelas. Karena bayi meninggal didalam kandungan disebabkan berbagai faktor. Bisa saja terlilit tali pusar, ibunya mempunyai tekanan darah tinggi, sempat jatuh atau sempat sakit, ini yang belum bisa dijawab. Jika sudah bayinya itu lahir kemungkinan bisa diketahui penyebabnya. 
     
    "Kami tidak punya data-data karena buku pemeriksaan itu tidak dibawa, sehingga kami belum tahu penyebanya karena apa," terang dr Susila.
     
    Terkait dengan biaya perawatan, sudah ada keputusan Bupati Karangasem terkait dengan warganya yang dirawat di BRSUD Tabanan, begitu pula sudah ada keputusan dari Provinsi Bali jika biaya akan ditanggung. 
     
    Hanya saja jika memang tidak ada, maka biaya tersebut akan menjadi tanggung jawab BRSUD Tabanan, asalkan melampirkan surat keterangan mengungsi dari Dinas Sosial Tabanan. 
     
    "Sekali lagi terkait hal ini kami sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial untuk warga yang mengungsi di Tabanan jika ada perawatan di BRSUD Tabanan," tegasnya.
     
    Ni Nyoman Vinti dan keluarganya tiba di Tabanan pada Minggu(24/9/2017) bersama suami dan keluarganya. Ia kemudian dijemput oleh kerabatnya dari pengungsian yang ada di Batubulan.
     
    Sementara itu Ketut Mariani asal Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem yang mengungsi di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Tabanan, sedang dirawat diruang Persalinan BRSUD Tabanan dan sudah mengalami bukaan 5. 
     
    Pasien bernama Jero Mangku Sangri (57) warga Banjar Buana Giri, Desa Kumala Budakeling Karangasem dirawat di BRSU Tabanan karena tekanan darah tinggi dan shok cardiogenic dan decomp cordis. Ni Kadek Indah, 6, asal Karangasem juga dirawat di BRSU Tabanaan karena muntah-muntah. [nod/wrt]

    Penulis : bbcom/nod

    Editor :


    TAGS : Gunung Agung Erupsi



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV