Informasi

Pemerintah Tabanan Kenang Jasa Ida Batara I Gusti Ngurah Rai Perang

Jumat, 29 September 2017 | 14:00 WITA

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, TABANAN.
Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri acara Persembahyangan memperingati Mantuknya (wafatnya) Ida I Batara I Gusti Ngurah Rai Perang yang ke-111 Tahun 2017, Kamis (28/9), bertempat di Pura Batur Agung, Puri Gede, Tabanan.

Pilihan Redaksi

  • 4 Pengungsi Gunung Agung Dirawat di BRSU Tabanan, Satu Janin Meninggal
  • Parade Budaya Awali Rangkaian HUT Kota Tabanan ke-524
  • 46 Ekor Sapi Gunung Agung Ngungsi ke Bongan Tabanan
  •  
    Ida Batara I Gusti Ngurah Rai Perang merupakan Raja Tabanan ke-21. Dia menjadi Raja Tabanan yang kala itu dijajah Belanda, kemudian ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Lombok. Merasa dizolimi karena tidak mau menjadi dedengkot Belanda, maka sebelum ditangkap tidak ada perundingan terlebih oleh pihak Belanda. 
     
    Agar tidak bisa ditundukan dan menyerahkan rakyat dan Tabanan kepada penjajah maka jalan satu-satunya adalah bunuh diri. Karena merasa jengah itulah, dia bunuh diri agar tidak  menjadi antek-antek Belanda.
     
    Menanggapi hal tersebut, Wabup Sanjaya merasa sangat bangga bisa menyaksikan peringatan hari yang bersejerah ini. Dirinya mengatakan bahwa pertama kalinya dirinya mendengar kisah yang begitu heroik mengenai asal-usul Raja Tabanan. 
     
    "Tiang merasa bangga. Kenapa bangga,  karena ada nilai heroik atau makna sejarah di kisah tersebut. Saya kagum, karena Para Raja di Bali dulu tidak mau tunduk dengan Belanda, sehingga terjadi puputan. Hal itu juga menandakan bahwa Raja-Raja terdahulu berdaulat di bidang politik, bidang ekonomi dan bidang budaya," jelas Wabup yang akrab disapa Pak Komang Sanjaya ini.
     
    Komang Sanjaya juga menegaskan agar jangan pernah melupakan sejarah. 
    "Sejarah inilah yang perlu kita saksikan dan dengarkan jangan sampai terpeleset akan sejarah. Puri selain sebagai pusat perjuangan, Puri juga salah satu pusat lahirnya budaya. Maka Tiang tidak akan pernah lupa terhadap jasa Puri Tabanan," tegas Orang Nomer dua di Tabanan ini.
     
    Dia mengatakan bahwa Pemerintah juga tidak akan pernah lupa terhadap sejarah Puri meski peraturan perundang-undangan berubah-ubah setiap tahunnya. Karena menurutnya, hal seperti ini harus tetap dilestarikan agar generasi berikutnya paham akan sejarah Tabanan. 
     
    "Tetap wangiang Ida Batara ring luhur. Beliau sampai bunuh diri artinya beliau tidak mau tunduk dengan Belanda, dan ini merupakan suri tauladan bagi kita semua", ungkapnya.
     
    Setelah persembahyangan bersama dengan pesemetonan Puri Gede, Tabanan. Wabup Sanjaya menyerahkan punia sebagai sujud syukur cinta bhakti terhadap Ida Batara I Gusti Ngurah Rai Perang, yang diterima oleh Panitia. [bbn/tb/wrt]

    Penulis : bbn/tb/wrt

    Editor :


    TAGS : Pahlawan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV