News

Status KRB Terus Berubah, Pengungsi di Paksebali Dibuat Bingung

Jumat, 06 Oktober 2017 | 16:51 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, KLUNGKUNG.
Puluhan pengungsi Gunung Agung asal Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem yang ditampung di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung mengaku kecewa dan bingung terkait penetapan kawasan rawan bencana (KRB) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Pilihan Redaksi

  • Wabup Klungkung Antar Pengungsi Pulang Kampung
  • Hilangkan Kejenuhan, Pemkab Tabanan Gelar Pelatihan Memasak dengan Pengungsi
  • Minimalisir Dampak Psikologis Warga, Tim Trauma Healing Mobile Datangi Posko Pengungsian
  •  
    Akibatnya, pengungsi pun terpaksa harus bolak balik dari kampung halamannya ke lokasi pengungsian. 
     
    Salah seorang pengungsi Ni Ketut Sri (33) ditemui di lokasi pengungsian Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Jumat (6/10) mengaku dibuat bingung dengan penetapan KRB di wilayahnya. Ketut Sri, ibu tiga anak ini menceritakan, saat Gunung Agung dinyatakan status awas pada Jumat (22/9) lalu, sebagian besar warga Desa Duda Timur memilih mengungsi, sebagian ada yang ke Klungkung juga ada yang mengungsi ke lapangan Tanah Ampo, Karangasem. Menurutnya, awalnya Desa Duda Timur tidak masuk dalam kawasan rawan bencana. 
     
    “Tapi karena saat itu warga panik, mereka memilih mengungsi, lebih lebih pengalaman tahun 1963, di mana ketika itu masuk desa terdampak,” cerita Ketut Sri. 
     
    Setelah sebelas hari ada di lokasi pengungsian, warga Duda Timur memilih balik pulang. Mengingat ada imbauan warga yang desanya tidak masuk dalam KRB diperbolekan balik ke rumah masing-masing. 
     
    “Tiga hari yang lalu, kami memilih balik pulang, tapi kemarin (Kamis red) desa kami tiba-tiba dinyatakan masuk KRB I (ada di radius 12 kilometer), akhirnya kami pun balik lagi ke lokasi pengungsian. Jelas kami merasa bingung dengan informasi yang terus berubah ubah,” kata Ketut Sri ibu tiga anak ini. 
     
    Hal serupa juga disampaikan Nyoman Sari, dirinya disuruh balik ke pengungsian karena wilayahnya masuk KRB I. 
     
    “Padahal saya masih kepingin di rumah, setelah sebelas hari saya mengungsi,” imbuh Nyoman Sari. 
     
    Perbekel Desa Paksebali Putu Ariadi dikonfirmasi mengatakan, awalnya pengungsi yang tertampung di Lapangan Tembak sebanyak 584 jiwa. Dalam perjalanannya, sebanyak 487 pengungsi memilih kembali ke rumahnya. 
     
    “Tapi sejak kemarin ada lagi pengungsi balik ke lokasi pengungsian karena ada perubahan penetapan wilayah yang masuk KRB,” tandas Putu Ariadi seraya mengatakan, saat ini di lokasi pengungsian terdapat 130 orang pengungsi. 
     
    “Saya sudah dapat koordinasi dengan Perbekel Duda Timur, katanya akan ada lagi gelombang pengungsian dari lima banjar, jumlahnya sekitar 3.301 orang,” ujar Putu Ariadi. [wan/wrt]

    Penulis : bbn/wan

    Editor :


    TAGS : Pengungsi Gunung Agung



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV