Hukrim

Pengeroyok Anggota TNI Hingga Tewas Disidang, Divonis 2 Tahun Penjara

Selasa, 24 Oktober 2017 | 07:00 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Revo Ashwari Syah satu dari lima terdakwa kasus pengeroyokan yang menyebabkan Prada Yanuar Setiawan meninggal dunia,  Senin (23/10) divonis 2 tahun penjara.  

Pilihan Redaksi

  • Curi Motor di Seminyak, Pecatan TNI Disergap Resmob
  • TNI: Minta Maaf ke Pemerintah Bukan ke Panglima
  • Inilah Pidato Lengkap Panglima TNI Jenderal Gatot
  •  
    Majelis hakim pimpinan Made Sukereni dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Cokorda Intan Merlani Dewie.  
     
    Yaitu menyatakan terdakwa Revo yang masih berstatus sebagai mahasiwa itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan dengan tenaga yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. 
     
    Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP. Dalam amar putusnya majelis juga menyebut bahwa,  terdakwa Revo terbukti ikut memukul korban sebanyak dua kali. "Terdakwa memukul korban dibagian wajah dan dada," sebut hakim dalam putusnya.  
     
    Selain itu, hakim juga menyatakan keterangan saksi,  keterangan terdakwa serta bukti-bukti yang dihadirkan dalam persidangan semuanya saling berkesesuain.  
     
    Sebelum menjatuhkan vonis, majelis terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.  Yang memberatkan perbuatan terdakwa bersama terdakwa lainnya (sudah vonis) menyebabkan korban yang merupakan anggota TNI meninggal dunia. 
     
    Sedangkan yang meringankan, terdakwa mengaku terus terang, tidak berbelit-belit dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
     
    "Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun," sebut Hakim Made Sukereni dalam putusanya.  
    Putusan majelis hakim ini lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Cokorda Intan Merlani Dewie yang sebelumnya menuntut hukuman 3 tahun penjara. Atas putusan ini, Reydi Nobel dan Baginda Sibarani menyatakan menerima.  
     
    Sedangkan Oka Ariana, jaksa yang hadir dalam sidang menyatakan pikir-pikir.  
     
    Terdakwa Revo kembali diadili untuk kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban Muhamad Jauhari yang merupakan teman dari Prada Yanuar Setiawan itu mengalami luka berat. Untuk kasus ini Revo tidak sendiri dia bersama Fajar Hamadi. 
     
    Untuk kasus ini terdakwa Revo dinyatakan terbukti bersalah ikut melakukan pengeroyokan bersama terdakwa Fajar Hamadi. 
    "Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan," sebut hakim dalam amar putusanya.  
     
    Sedangkan untuk terdakwa Fajar Hamadu, majelis juga menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengeroyokan dan menjatuhkan hukuman selama 10 bulan penjara. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (2) ke 2 KUHP. 
     
    Atas putusan ini kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya,  Reydi Nobel dan Baginda Sibarani juga menyatakan menerima. Sedangkan jaksa yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 2,5 tahun dan 1 tahun penjara menyatakan pikir-pikir. "Kami pikir-pikir yang yang mulai, "kata Jaksa Oka Ariani Adikarini.  
     
    Dalam dakawan JPU terungkap, terdakwa Revo bersama rekan-rekanya (termasuk pelaku anak yang sudah disidangkan) melakukan aksi penganiayaan yang menyebabkan korban Yanuar Setiawan meninggal dan Muhamad Jauhari mengalami lupa parah pada 9 Juli 2017 sekitar pukul 04.30 di Jln. Bay Pass Ngurah Rai.
     
    Kejadian ini berawal saat terdakwa bersama pelaku anak lainnya yang mengatasnamakan grup Remang Boys berkumpul di Bar Midnight di Kuta. Sekitar pukul 01.00 Wita, saksi CI alias Imen (sudah divonis) bersama temannya mengatakan akan pulang.
     
    Dalam perjalanan pulang, saat berada di bundaran Bay Pass Ngurah Rai topi milik CI jatuh. "CI lalu memutar sepeda motornya untuk mengambil topi yang jatuh,” kata jaksa Cok Intan dihadapan majelis hakim.
     
    Namun saat memutar kendaraannya, CI memotong jalur saksi korban Muhamad Jauhari yang saat itu berboncengan dengan Munajir. “Usai mengambil topi, CI langsung mengejar rombongannya,” ungkap JPU.
     
    Saat tiba di pertigaan lampu merah, CI memberi tahu kepada terdakwa Ravo bahwa ada yang mengikuti. “Kemudian CI bersama terdakwa Revo berbalik arah dan mendekati korban serta mengajak korban untuk main ke wilayahnya,” sebut jaksa dalam dakwaannya.
     
    Kemudian terdakwa Revo menghentikan sepeda motor yang dikemudikan korban Yanuar tepat di depan Halte Sarbagita.
     
    “Antara terdakwa Revo dengan Yanuar terjadi adu mulut. Sementara CI turun dari motor dan langsung memukul Yanuar,” sebut JPU.
     
    Tidak lama kemudian datang pelaku DKDA langsung menusuk korban Yanuar yang sekita itu pula langsung roboh di atas trotoar. Saksi korban Jauhari yang melihat korban Yanuar terjatuh langsung menghampirinya.
     
    “Saat itu korban Jauhari menayakan kepada para pelaku apa yang dilakukan terhadap korban Yanuar,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu. Namun bukan jawaban yang didapat, malah dari arah belakang terdakwa Revo datang bersama CI langsung menghajar Jauhari.
     
    "Saksi korban sempat berlari, namun berhasil ditangkap oleh CI sambil memukul korban berkai-kali,” kata JPU. Nah saat korban Jauhari berlari, terdakwa Revo berteriak begal. Terdakwa Fajar yang mendengar teriakan begal langsung mengejar korban Jauhari dan ikut menghajarnya. [bbn/msd/wrt]

    Penulis : bbn/mds

    Editor :


    TAGS : Sidang Pengeroyokan Tni



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV