News

Dihebohkan Berita Pembobolan Rp 200 M

BPD Bali : Ada Kredit Macet Rp 304 Miliar, Bank Masih Kategori Sehat

Rabu, 06 Desember 2017 | 07:05 WITA

beritabalicom/file

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Menyikapi  adanya kredit-kredit non lancar yang tengah berproses di  BPD Bali, berbagai upaya-upaya penyelesaian  tengah dilakukan seperti dengan penagihan, restrukturisasi kredit, penjualan agunan dibawah tangan, dan lelang agunan. 

Pilihan Redaksi

 
Hal ini disampaikan Humas BPD Bali, A A Made Agung dalam keterangan persnya di Denpasar, Selasa (5/12). 
 
"Terkait posisi kredit PT. KCPP, Khusus untuk kredit macet PT. KCPP tujuan kredit untuk pembangunan hotel, dimana saat ini hotel sudah beroperasi. Proses awal pengajuan kredit PT. KCPP dilakukan pada awal Agustus 2014 dan pencairan kredit bertahap, terakhir tanggal 23 Januari 2015. Pada saat ini, hotel tersebut sedang dalam pengurusan dan pemberesan oleh pihak kurator karena dalam posisi pailit sesuai Putusan Nomor 10/PKPU/2015/PN.NIAGA.SBY tanggal 15 Agustus 2016," ujar Agung.
 
Sedangkan untuk kredit PT. HBP disebutkan, proses awal permohonan kredit pada Januari 2012 dan pencairan kredit bertahap, terakhir tanggal 15 April 2013. Penyelesaian kredit telah dilakukan dengan dua kali lelang sehingga sisa pokok kredit menjadi sebesar Rp 29,8 Miliar dan saat ini sedang dilakukan proses untuk lelang berikutnya.
 
"Penyaluran kredit atas kedua debitur tersebut diatas, telah memenuhi prosedur internal Bank BPD Bali dan tidak ada pembobolan. Kami pastikan bahwa dana masyarakat aman di Bank BPD Bali," tandasnya.
 
Menurutnya, tingkat kesehatan Bank dalam predikat 2 (sehat) mencerminkan kondisi Bank secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya, tercermin dari penilaian faktor profil risiko, penerapan GCG, rentabilitas, dan permodalan yang secara umum baik. 
 
Posisi kredit sebesar Rp 16.302 Miliar dengan komposisi Lancar Rp 15.518 Miliar, dalam perhatian khusus Rp 359 Miliar, Kurang lancar Rp 66 Miliar, Diragukan Rp 55 Miliar, Macet Rp 304 Miliar.
 
"Apabila terdapat kelemahan, maka secara umum kelemahan tersebut kurang signifikan. Pasalnya merujuk  pada predikat 2 (sehat) dan GCG selayaknya BPD secara performa tergolong bank dengan performa sehat dan GCG," tutup Agung.
 
Sebelumnya, Senator atau anggota DPD asal Bali, Gede Pasek Suardika, mendukung upaya pihak kejaksaan yang sedang membongkar kasus dugaan pembobolan Bank BPD Bali dengan nilai fantastis Rp 200 Miliar.
 
"Saya mendukung langkah Kejati untuk membongkar tuntas. Selamatkan uang Rakyat Bali,"tegas Pasek, saat dikonfirmasi Beritabali.com, terkait apa yang ditulisnya di akun Facebooknya.
 
Pada laman Facebooknya, Gede Pasek Suardika menulis:  " Pagi-pagi baca koran Rakyat Merdeka di Jakarta, jujur sangat mengagetkan. Kejaksaan sedang membongkar dugaan pembobolan BPD Bali sebanyak Rp 200 M. Kalau benar, betapa enaknya oknum pengusaha itu berkolusi dengan oknum internal BPD Bali dari me mark up jaminan sampai mendapatkan dana sebesar itu. BPD Bali jelas bank milik masyarakat Bali karena sahamnya milik Pemda seluruh Bali. [bbn/rls/psk]

Penulis : bbn

Editor : bbn/rls/psk


TAGS : Bpd Bali Bank Bobol 200 Miliar



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV