Hukrim

Penyelundupan 26.478 Benih Lobster Senilai Rp 3,6 Miliar Digagalkan

Sabtu, 03 Februari 2018 | 05:15 WITA

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Bali, Satgas CTOC dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandara Ngurah Rai berhasil menggagalkan 26.478 ekor benih lobster senilai Rp 3.681.300.000, melalui Bandara International I Gusti Ngurah Rai. Polisi juga mengamankan enam pelakunya yakni HD, PO, HR, GO dan DS dan GN. Nama terakhir ini diketahui seorang teknisi pesawat.

Pilihan Redaksi

 
Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Bali, KBP Anom Wibowo, kasus ini terungkap setelah pihaknya mengamankan penyelundup berinisial GN dan HD, pada 17 Januari 2018 lalu. Selanjutnya kasus dikembangkan oleh Satgas CTOC, Direktorat Reskrimsus Polda Bali bersama BKIPM Kelas I Denpasar. 
 
Informasi berkembang terkait adanya kegiatan pengiriman benih lobster di kawasan Bandara International I Gusti Ngurah Rai, 25 Januari 2018 lalu. Pengiriman benih lobster tersebut tujuannya ke Singapura. 
 
"Setelah berkoordinasi dengan pihak Balai Karantina kami mengamankan enam tersangka," ucap mantan Kapolres Tanjung Perak itu.
 
Kombes Anom menyebut enam tersangka ini memiliki peran berbeda. Pada 26 Januari 2018 sekitar pukul 08.00 Wita, pihaknya mengamankan tersangka HD di Hotel kawasan Jimbaran. 
 
Tersangka HD sendiri bertugas sebagai pengatur jadwal keberangkatan Benih Lobster dari Pulau Lombok menuju Bali. Selain itu HD juga yang mengatur pemberangkatan ke Bandara Changi Singapura melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. 
 
Setelah HD, tim gabungan kembali mengamankan PO di areal SPBU Bandara Ngurah Rai. Dari tangan PO ditemukan Benih Lobster yang sudah terpacking rapi terbungkus koper berwarna hitam. 
 
Dalam perkembangan selanjutanya petugas menangkap HR sebagai kurir yang membawa benih ke Singapura. Petugas akhirnya mengamankan penyandang dana, DS, sekitar pukul 15.30 Wita. 
 
"Tersangka DS sebagai penyandang dan  tersangka HR sebagai orang yang membeli dan membiayai operasional peredaran Benih Lobster dari Lombok menuju ke Bali yang diekspor ke Vietnam melalui Bandara Singapura," terangnya. 
 
Selain itu petugas juga menangkap tersangka PO sebagai penjemput Benih Lobster dari Lombok ke Bali di Jalan Ida Bagus Mantra dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam DK 1058 YF dan yang melakukan packing di gudang. 
 
Disusul kemudian meringkus tersangka GO yang bertugas mengawal benih Lobster atas telpon dari GN (teknisi pesawat) yang menyatakan bahwa barang sudah ada di dalam pesawat. GO sudah 5 kali mengawal Benih Lobster ke Singapura.
 
"Tersangka GN sudah kami amankan sebagai penjemput  Benih Lobster dari Areal SPBU Air Port Ngurah Rai untuk dibawa ke Pesawat tujuan Bandar Udara Changi Singapore, ujarnya.
 
Menurut mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu, selain tersangka, diamankan 30 buah kantong plastik benih Lobster jenis pasir dengan jumlah 10.000 ekor, dua buah kantong plastik yang berisi benih Lobster jenis mutiara dengan jumlah 480 ekor. 34 buah kantong plastik yang berisi Benih Lobster dengan jumlah 15.998 ekor.
 
Dengan tertangkapnya pelaku, maka sekitar Rp 3,6 miliar lebih uang negara berhasil diselamatkan. 
 
"Selama dua bulan terakhir sudah 14 kali melakukan pengiriman benih lobster ke Singapura dan Vietnam," urai Anom. [bbn/Spy/psk]

Penulis : Surya Kelana

Editor :


TAGS : Penyelundupan Bibit Lobster



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV