Informasi

Program Bali Mandara Harus Berjalan Lima Jilid Baru Tuntas

Senin, 02 April 2018 | 16:15 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Gubernur Made Mangku Pastika mengungkapkan bahwa program Bali Mandara itu harus berjalan lima jilid, baru seluruhnya bisa tuntas. 

Pilihan Redaksi

  • Denpasar Inflasi Sebesar 0,15% pada Maret 2018
  • Kasus Dugaan Korupsi PD Parkir Denpasar Masih Bisa Dibuka Lagi
  • Kejari Denpasar dan Badung Atur Pembagian Wilayah Kerja
  •  
    "Jilid satu dan jilid dua memang kita meletakkan dasar-dasar dulu, mengurangi kemiskinan yang betul-betul parah. Itu buktinya angka kemiskinan kita turun, APBD kita naik terus, angka pengangguran paling rendah, Indeks Pembangunan Manusia kita makin tinggi, jadi kedepannya harus ada upaya-upaya lagi,” jelas Pastika usai memberikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (2/4).
     
    Sesuai dengan RPJMD Provinsi Bali tahun 2013-2018, visi Pemprov Bali adalah mewujudkan Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera. Kebijakan makro ekonomi daerah Bali diarahkan pada peningkatan pembangunan sosial ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
     
    Lebih lanjut disampaikan, pencapaian indikator-indikator makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Bali mampu bertahan di atas rata-rata nasional walaupun sempat menurun akibat dilanda bencana erupsi Gunung Agung. Pembangunan membuat ekonomi Bali tetap tumbuh pada tahun 2015 sebesar 6,03%, meningkat menjadi 6,24% pada tahun 2016, dan pada tahun 2017 menjadi 5,59%. Perkembangan ekonomi Bali yang positif, juga ditandai dengan meningkatnya total PDRB nominal dari Rp.134,41 triliun pada tahun 2013, meningkat menjadi Rp.215,36 triliun di tahun 2017.
     
    Dalam penanggulangan kemiskinan, telah dilakukan berbagai upaya secara optimal, sehingga tingkat kemiskinan di Bali jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Jika dibandingkan rata-rata nasional, Bali menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah kedua setelah DKI Jakarta. 
     
    Pada Tahun 2013 jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 4,49% dan pada tahun 2017 menurun menjadi 4,14%. Jauh lebih rendah dibandingkan angka rata-rata Nasional, ya

    Pilihan Redaksi

  • Rp 8 Juta Uang Eka di Rekening BCA Hilang Ditarik Orang Tak Dikenal
  • Pastika Ingatkan ASN Tingkatkan Kemampuan dan Tulus Dalam Pengabdian
  • Duh, Anak-Anak Sudah Akses Game Porno Summertime Saga
  • itu 10,12%. Penurunan kemiskinan ini merupakan prestasi tersendiri bagi Pemprov Bali dengan berbagai program strategis, seperti: JKBM, Bedah Rumah, Simantri, Gerbangsadu Mandara, serta partisipasi dan dukungan pihak swasta dan seluruh komponen masyarakat Bali.
     
    Lebih lanjut Pastika mengingatkan agar kita tidak terlena oleh pujian-pujian masa lalu. “Itu yang bisa membuat kita terbuai, lupa bahwa yang kita hadapi itu masa kini dan masa depan. Ini persoalan yang paling mendasar adalah persoalan mind set. Persoalan terkait lainnya adalah penyeimbangan sektor pendapatan masyarakat. 
     
    Banyak masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata, ketika pariwisata melemah karena faktor keamanan, faktor penyakit atau bencana alam, maka akan limbung karena sektor lain belum kuat. Sektor industri, sektor pertanian dan lainnya harus terus ditekuni, supaya jika terjadi sesuatu ekonomi Bali akan tetap kokoh. (bbn/rlspemprov/rob)

    Penulis : bbn/humasprovinsibali

    Editor :


    TAGS : Bali Mandara Gubernur Pastika Lima Jilid Denpasar



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV