Hukrim

Overkredit Tanpa Persetujuan Finance, Terdakwa Dihukum Bui 9 Bulan

Selasa, 10 April 2018 | 07:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, I Nyoman Rihendrayana (38) hanya bisa tertunduk lesu saat majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Wayan Sukanila menjatuhkan hukuman 9 bulan penjara pada Senin (9/4).

Pilihan Redaksi

  • Anjing Peliharaan Menjadi Cermin Sikap Pemiliknya
  • Minim Prasarana, 7 Sekolah Gelar UNBK Bergabung dengan Sekolah Lain
  • Sat Pol PP Denpasar Kembali Tipiring 29 Pelanggar Perda
  •  
    Majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan, terdakwa yang beralamat di Jln. Gunung Andakasa No. 7 Padang Sambian itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengalihkan benda yang menjadi objek jaminan fidusia (over kredit) tanpa pesetujuan tertulis dari penerima fidusia (finance). 
     
    Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 36 UU RI. No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Sebelum menjatuhkan putusan, hakim terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. 
     
    Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat mempengaruhi masyarakat lain melakukan perbuatan yang sama. Perbuatan terdakwa juga merugikan finance (PT. Adira Dinamika Multi Dinance). Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa berterus terang, mengakui perbuatanya, terdakwa mengaku bersalah dan terdakwa belum pernah dihukum. 
     
    "Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 9 bulan," tegas Hakim dalam amar putusanya. Selain itu hakim juga mengganjar terdakwa dengan hukuman denda sebesar Rp 3 juta. 
     
    "Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 3 bulan,"pungkas Hakim Sukanila.
     
    Diketahui, putusan ini lebih ringan 1 bulan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan. Seperti diketahui, terdakwa di adili karena melakukan tindak pidana mengalihkan benda yang menjadi objek jaminan fidusia (over kridit) tanpa pesetujuan tertulis dari penerima fidusia (finance). 
     
    Perbuatan ini dilakukan terdakwa berawal dari terdakwa membeli sebuah mobil Toyota Kijang Inova dengan mengajukan kredit ke pihak PT. Adira D

    Pilihan Redaksi

  • Diduga Gelapkan Dana BPHTB Rp100 Juta, Oknum Staf Bakuda Terancam Sanksi
  • Pastika Usul Petani Juga Peroleh Pendapatan dari Kunjungan Wisata
  • Pemkot Denpasar Raih Juara I Stand Terbaik Pameran Manado Indo EXPO 2018
  • inamika Finance yang beralamat Jln. Mahendaradata. Setelah persyaratana pengajuan kredit disetuji, terdakwa sebagai debitur mendapat mendapat fasilitas kredit Rp 87.724.617 dengan angsuran perbulanya Rp 2.642.000 selama 48 bulan.
     
    Berdasarkan Pasal 23 ayat (2) UU RI. No. 42 tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia tertuang, pemberi fidusia (debitur) dilarang mengalihkan, atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi objek jaminan kecuali ada pesetujuan dari penerima fidusia (finance). 
     
    Nah, terdakwa selaku pemberi fidusia tanpa sepengetahuan penerima fidusia telah mengalihkan objek fidusia berupa mobil Toyota Inova kepada saksi I Wayan Ardika alias Karok. Dengan mengalihkan fidusia (over kredit) tersebut terdakwa menerima pembayaran dari saksi Karok Rp 40 juta. Bahwa akibat perbuatan terdakwa yang melakukan over kredit kendaraan kepada saksi Karok, pihak PT. Adira Dinamika Finance mengalami kerugian sebsar Rp 100.842.079. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor :


    TAGS : Overkredit Tanpa Persetujuan Finance Kasus Fidusia



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV