Ekbis

Era Online, Produk UMKM Harus Miliki Standarisasi

Selasa, 08 Mei 2018 | 18:50 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com.Badung, Memasuki era Online, produk pelaku UMKM harus berstandar agar produk tersebut telah dijamin aman, sehingga, konsumen yang memakai produk tersebut juga merasa aman.

Pilihan Redaksi

  • Tangkal Pekat dan Narkoba di Karangasem, 30 Penyuluh Ikuti Pelatihan
  • Senator Bali Pertanyakan Perawatan Jalan By Pass IB Mantra
  • BSN Klarifikasi Tudingan, Even ISO COPOLCO Hanya Bekerja Sama dengan LPKNI
  •  
    Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya mengatakan yang terpenting, produk tersebut harus dijamin,  aman atau telah berstandar sehingga para penerima (konsumen) lewat Online tersebut menjadi ikut aman dalam memakainya. Jika dilihat, kata dia dari jumlah para UMKM di Indonesia, jumlahnya sangat banyak mencapai 55 juta. Ini merupakan kekuatan ekonomi Indonesia. Produk UMKM harus memiliki produk dengan mutu bagus karena, merupakan industri yang memiliki peluang  yang sangat besar saat ini.
     
     
    Dirinya mencontohkan,  misal di Surabaya, Jawa Timur sertifikasi dilakukan gratis ke semua pelaku UMKM. Meski pelaku UMKM tersebut para ibu-ibu rumah tangga dengan tempat usaha masuk ke dalam gang tetapi pemasaran produknya mampu menembus pasar ekspor dengan tujuan market ke Negara Eropa Timur. 
     
    "Hanya berproduksi di dalam sebuah Gang kecil dan berkelok-kelok. Produk seorang

    Pilihan Redaksi

  • Pemkot Denpasar Tandatangani MoU Gerakan Menuju 100 Smart City
  • Tangkal Pekat dan Narkoba di Karangasem, 30 Penyuluh Ikuti Pelatihan
  • Sinergi Antar Pusat Dan Daerah Untuk Mengendalikan Laju Inflasi
  • Ibu Rumah tangga telah mampu Go Internasional Seperti  terjadi di Surabaya tersebut contohnya ," ujarnya.
     
    Dilanjutkan, dalam proses standarisasi menurut UU Nomor 26 tahun 2014 diwajibkan para pelaku UMKM harus didampingi pemerintah. Pemerintah Daerah dalam kaitan dengan hal tersebut, harus bisa menyediakan dana. Terutama untuk, memberikan sertifikat gratis. Maka dari itu, BSN mendorong Pemda-Pemda bisa memberi dana untuk memberikan sertifikat gratis bagi produk-produk pelaku UMKM. 
     
    Dilihat dari besaran biaya yang dikeluarkan untuk sertifikasi, yaitu dari Rp 5 juta untuk sertifikasi produk SNI saja akan tetapi, besar kecilnya biaya nantinya juga disesuaikan dengan tes dari produk yang dilalui di Labotarium  terkait dengan, pengecekan item apa yang akan di tes.
     
    Prasetya mengatakan, setandar produk sangat penting dalam era pasar bebas saat ini. Agar mampu saat ini maupun yang akan datang memenangkan pasar di era MEA ini. (bbn/aga/rob)

    Penulis : Agung Gede Agung

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : BSN Standarisasi Produk UMKM



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV