Informasi

Pastika: Kehidupan Keseharian Berganti Peran Seperti Topeng

Minggu, 20 Mei 2018 | 08:55 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, GIANYAR.
Beritabali.com.Gianyar, Gubernur Pastika secara pribadi mengaku sangat tertarik dengan seni topeng,  mengingat kehidupan setiap orang dalam keseharian selalu berganti peran yang dianalogikan sebagai topeng.  

Pilihan Redaksi

  • Gunung Agung Erupsi Mengeluarkan Kolom Abu Sejauh 1.000 Meter
  • Penis "Rusak" Setelah Disuntik dengan Minyak Orang-Aring
  • PKK Kota Denpasar Gelar Workshop Pakaian Adat dan Bebantenan
  •  
    "Setiap hari kita berganti peran yang bisa diartikan sebagai topeng, mulai dari kita tidur melakoni peran suami istri,  esok kita bangun melakoni peran bapak,  setelah ditempat kerja misalnya saya melakoni peran jadi Gubernur," ungkapnya saat pertunjukkan kesenian Topeng Tradisional Jepang "Hayachine Take Kagura" dalam rangka peringatan Tahun ke 60 hubungan diplomatik antara Indonesia dengan jepang di Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma Jl. Tegal Bingin,  Br.  Tengkulak Tengah,  Mas, Ubud,  Gianyar,  Sabtu (19/5). 
     
    Menurutnya topeng menjadi keseharian setiap orang, perempuan memakai bedak pun sebuah topeng.  Jika dilihat, kata dia,  topeng tua kebanyakan penarinya masih muda tetapi gerakannya sangat tua mengikuti topeng yang dikenakan. Itulah makna filosofi seni topeng sangat jauh melebihi jangkauan pikiran kita.
     
    Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi pertunjukkan kesenian Topeng Tradisional Jepang "Hayachine Take Kagura" dalam rangka peringatan Tahun ke 60 hubungan diplomatik antara Indonesia dengan jepang. Pertunjukkan itu dinilai memiliki makna yang sangat penting untuk mempererat dan memperteguh hubungan diplomatik kedua negara melalui kesenian.
     
    Hal senada disampaikan Konsulat Jendral Jepang,  Mr. Shiba,  bahwa penyelenggaraan pertunjukkan seperti ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya sempat digelar pada bulan Septembet 2015 di ISI Denpasar, guna peringatan hubungan diplomatik dan sangat sukses menarik antusias penonton setelah berkolaborasi dengan tarian barong.  
     
    Ia pun menjelaskan filosofi tarian dan musik tradisional yg biasanya dipertunjukan ditempat pemujaan tersebut sebagai bentuk doa kehadapa

    Pilihan Redaksi

  • 5 Cara Mudah Yang Jarang Diketahui Saat Membeli Tiket Kereta Api Online
  • BKSDA Lepas 11 Satwa Liar di Areal Pura Besi Kalung Tabanan
  • KMP Labitra Adinda Terbakar Diduga Akibat Arus Pendek Mesin
  • n Tuhan. Tarian tersebut menurutnya telah dilestarikan di negaranya sejak tahun 1976,  dan terdaftar sebagai warisan tak benda UNESCO pada tahun 2009.  
     
    Sementara itu,  Prof. Dibia yang turut diundang pada pertunjukkan itu menyatakan acara tersebut sebagai sebuah perayaaan jembatan budaya yg telah dibangun sekian lama antara Bali dengan Jepang.  Ia pun mengamini pertunjukkan tersebut merupakan kolaborasi kesekian kalinya,  dan selalu mendapat apresiasi.  
     
    "Bali dan Jepang memiliki kesamaan budaya terutama pada seni topeng, sehingga ada benang merah yang gampang dihubungkan. Inilah yang membuat pementasan selalu menarik,"  ujarnya.
     
    Prof.  Dibia seraya berharap pertunjukkan tersebut dapat memperkaya pemahaman seniman Bali terhadap seni topeng Jepang,  dan memberi inspirasi kepada seniman kreatif untuk menghasilkan karya baru. (bbn/rlspemprov/rob)
     

    Penulis : bbn/humasprovinsibali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Topeng Gubernur Pastika Hayachine Take Kagura



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV