Informasi

Gubernur Pastika Dorong Para Lansia Untuk Terus Aktif

Rabu, 06 Juni 2018 | 19:35 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong para Lanjut Usia (lansia) untuk terus aktif beraktivitas di usia senja mereka, dengan demikian saraf motorik akan terus terlatih, demikian pula dengan pikiran sehingga para lansia akan tetap sehat baik secara jasmani maupun rohani. 

Pilihan Redaksi

  • Kunjungi Lansia, Gubernur Pastika Himbau Tingkatkan Kepedulian Sesama
  • Hari Lansia, Pemkab Karangasem Alokasikan Bansos Rp.1,2 M
  • Parta : Dengan Perda Pemerintah Dipaksa Buat Program Perlindungan Lansia
  •  
    Harapan tersebut disampaikan Gubernur Pastika saat menerima audensi dari Dr. Ni Wayan Suriastini, M.Phil selaku Direktur Eksekutif SurveyMETER serta Prof. Luh Ketut Suryani selaku Direktur Suryani Institute dalam rangka menyampaikan hasil pelaksanaan survey Dimensia pada usia lanjut di Bali, di Ruang Kerjanya, Rabu (6/6). 
     
    Lebih jauh Gubernur Bali menyampaikan tingkat kesejahteraan suatu daerah juga diukur dari seberapa usia harapan hidup masyarkatnya. Dengan kondisi alam, faktor kesehatan dan gizi yang semakin membaik akan menjadi faktor pendukung peningkatan kualitas para lansia. 
     
    Pemerintah juga akan terus berupaya menyusun program untuk tetap mengaktifkan dan menyehatkan orang lanjut usia, disamping itu  Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kepeduliannya  terhadap para Lansia dimana di Bali sendiri masih banyak  Lansia yang hidup sendiri serta kondisinya  terlantar. 
     
    “Kegiatan untuk para Lansia sangat penting, Lansia harus terus beraktivitas, baik fisik maupun pikirannya terus digunakan, jangan sampai lansia menjadi tidak berguna,“ imbuhnya.
     
    Sementara itu, LK Suryani menyampaikan walaupun sampai saat ini masalah lanjut usia di Bali belum merupakan masalah besar karena usia lanjut usia yang ada sekarang masih terbilang muda dibandingkan dengan usia lanjut usia di negara maju, namun masyarakat sudah mulai merasakan masalah tersebut. 
     
    Mereka ingin membahagiakan orang tuanya, namun tidak semua orang memahami apa yang diperlukan orang lanjut usia. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin lewat penyuluhan dan pendidikan pada keluar

    Pilihan Redaksi

  • Panwaslu Tabanan Ingatkan Pengawas TPS Agar Tidak "Masuk Angin"
  • Kebakaran Hanguskan Bangunan dan Alat Catering di Candikuning
  • Keterbatasan Anggaran, 5 Bhisama PHDI Pusat Belum Banyak Diketahui Umat
  • ga-keluarga orang lanjut usia atau mereka yang akan menginjak lanjut usia. 
     
    Sementara itu, Suriastini dalam laporannya terkait Demensia pada lanjut usia menyampaikan dari survey yang dilakukan dengan wawancara terhadap 1.685 lanjut usia di seluruh Kabupaten/kota di Bali pada Bulan Maret-April 2018, bahwa prevalansi Demensia di Bali sebesar 32,6% lebih tinggi dari DI Yogjakarta sebesar 20,1 %. Prevalensi demensia dipengaruhi oleh tempat tinggal, usia, pendidikan serta kondisi kesehatan dari para lansia tersebut. 
     
    Demensia yang memiliki cici-ciri diantaranya berupa gangguan daya ingat, sulit fokus, sulit melakukan kegiatan yang familiar, disorientasi, menarik diri dari pergaulan serta perubahan prilaku dan kepribadian, perlu ditangani sedini mungkin dengan mengetahui gejalanya mengingat banyak yang menganggap ciri-ciri tersebut adalah penuaan biasa. Para lansia harus terus dimotivasi untuk aktif dan kedepannya dikembangkan kawasan yang ramah Demensia. (bbn/rlspemprov/rob) 

    Penulis : bbn/humasprovinsibali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Demensia Lansia Gubernur Pastika



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV