Hukrim

BNNP Ungkap 5 Pengedar Ganja Kering Dikendalikan Napi Lapas

Rabu, 13 Juni 2018 | 07:45 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali akhirnya merilis tangkapan 12 kg ganja kering yang diedarkan lima tersangka, Selasa (12/6). Asal usul “barang haram” itu diketahui berasal dari Medan, Sumatera Utara. Yang menarik, kelima tersangka dikendalikan seorang napi lapas Kerobokan berinisial Putu BD.

Pilihan Redaksi

  • Gerebek Villa, Polisi Ciduk Adik Ipar Dina Lorenza Atas Kasus Narkoba
  • Diduga Konsumsi Narkoba, BNN Badung Jaring 1 Kru Angkutan
  • BPJS Kesehatan Tidak Menanggung Pasien Bunuh Diri Hingga Narkoba
  •   
    Dalam rilis Selasa (12/6), Kepala BNNP Bali Brigjen Putu Gede Suastawa menjelaskan kronologis tertangkapnya lima pengedar narkoba dan mengamankan 12 kg ganja kering yang dikemas dalam 8 plastik besar. Menurutnya, belasan ganja itu dikirim dari Medan Sumatera Utara melalui jalur udara dengan menggunakan jasa ekspedisi. 
     
    Sementara lima pengedar tersebut yakni, Hardi Putra Sucipto Silalahi (21), Albertus Novi (29), I Made Putra Yasa (21), Guruh Rakasiwi Sudiantoro (26) dan Ade Romadhon alias Ozinx (29). Dalam peredaran narkoba kelimanya memiliki peran masing-masing. Ada yang bertugas memesan barang melalui system online, ada penerima barang dan juga bertugas mengedarkan. 
     
    “Kelimanya ini berstatus pengedar. Mereka dijanjikan upah oleh seorang napi lapas kerobokan berinisial PT BD. Masih kami dalami keterlibatan napi ini,” ungkap Brigjen Suastawa, Selasa (12/6). 
     
    Ditegaskannya, ini merupakan tangkapan terbesar BNNP Bali tahun 2018 dengan jenis ganja kering. Terlebih narkoba ini dikirim melalui Medan Sumatera Utara dengan menggunakan dua maskapai penerbangan. Jenderal bintang satu di pundak itu menerangkan, kelima tersangka ditangkap di tempat terpisah, berdasar hasil penyelidikan Tim Berantas BNNP Bali. Awalnya yang ditangkap tersangka Hardi Putra Sucipto Silalahi di rumah kosnya di Jalan Mataram, Kuta, Kamis (7/6) sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam penangkapan tersebut diamankan ganja kering sebanyak 2.261,26 gram.
     
    Hasil pengembangan, instruktur surfing ini

    Pilihan Redaksi

  • Ditinggal Mudik, Lapak Pedagang Pasar Kodok di Tabanan 50% Tutup
  • Isi Liburan, Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Masih Jadi Pilihan
  • Prajuru Banjar Ujung Tombak Perkuat Adat dan Tradisi Kota Denpasar
  • mengaku bekerjasama dengan beberapa tersangka lainnya dalam peredaran narkoba tersebut. Petugas BNNP Bali kemudian menangkap tersangka Albertus Novi dan I Made Putra Yasa di kawasan Renon. Setelah digeledah, keduanya kedapatan membawa enam paket ganja seberat 5.038,17 gram. 
     
    “Tersangka Albertus mengaku setiap menerima ganja menerima upah Rp 300 ribu dan apabila mengedarkan diberikan uang Rp 1 juta oleh napi PT BD,”beber Brigjen Suastawa asal Mengwi, Badung ini.    
     
    Dalam perkembangan selanjutnya, tersangka Albertus ditangkap ke kosnya di Jalan Tukad Pancoran, Denpasar. Di kamar tersebut, petugas mengamankan tersangka Ade Romadhon dengan barang bukti 6,38 gram ganja. 
     
    “Kelima tersangka mengaku belum pernah dihukum dan baru sekali memasok ganja kering dari Medan. Ganja kering ini belum sempat mereka edarkan. Kelimanya juga pemakai ganja dan sabu,” tandas Brigjen Suastawa. (bbn/Spy/rob) 

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pengedar Narkoba Jaringan Lapas BNNP Bali



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV