Hukrim

Keluarga Korban Pembunuhan Pensiunan Polisi Kembali Serang Para Terdakwa

Selasa, 03 Juli 2018 | 18:50 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pengadilan Negeri Denpasar kembali dibuat geger karena keluarga dari korban kasus pembunuhan Aiptu Made Suanda (58) memgamuk tidak terima demgan putusan hakim pada Selasa (3/7) sore.

Pilihan Redaksi

  • Jaksa Tuntut Terdakwa Pembunuh Adiknya 12 Tahun Penjara
  • Jelang Bulan Bhakti Adhyaksa, Kejaksaan Gelar Berbagai Kegiatan
  • Aksi Mesum dengan Siswi SMP Lewat Video Call, Jaksa Tuntut Terdakwa 6 Tahun Penjara
  •  
    Pada agenda pembacaan putusan ini, para terdakwa seyogyanya divonis tinggi oleh hakim. Dimana 3 orang yang berperan membantu diputus 14 tahun dari tuntutan 12 tahun penjara. Mereka masing-masing Dewa Putu Alit Suadiasa, Putu Veri Permadi, dan Made Budianto.
     
    Sedangkan terdakwa utama atas nama I Gede Ngurah Astika yang semula dituntut 15 tahun diputus hakim selama 17 tahun penjara. Kekecewaan dilontarkan keluarga korban atas putusan hukuman terhadap empat orang terdakwa dalam kasus tersebut.
     
    "Ayah saya mati sampai penuh ulat, kamu enak hanya kena 17 tahun. Kami tidak terima," teriak putri korban.
     
    Keributan pun terjadi di luar sidang saat para terdakwa akan digiring menuju ke mobil tahanan. Blokade polisi akhirnya memilih mengamankan terdawa menuju ruang sel tahanan untuk sementara sambil menunggu keluarga korban tenang.
     
    Atas putusan hakim, baik jaksa maupun terdakwa sama-sama menerima. "Kami menerima putusan tersebut," singkat JPU I Kadek Wahyudi Ardika.
     
    Sebagaimana diketahui, kasus ini berawal ketika terdakwa Astika mengetahui korban Suanda hendak menjual 1 Unit Mobil Jazz warna putih DK 1985 CN yang diparkir di Jalan Darmasada Denpasar. Lalu, terdakwa Astika menghubungi korban Suanda untuk menanyakan harga mobil yang hendak dijual dengan harga Rp185 juta dan terdakwa berjanji akan kembali menghubungi korban. 
     
    Singkat cerita, korban kemudian menemui terdakwa Astika untuk bertransaksi jual beli mobil, pada tanggal 15 Desember 2017 di r

    Pilihan Redaksi

  • Sat Pol PP Tangkap 8 Anak Punk yang Memalak di Lampu Merah
  • Gunung Agung Masih di Level III Siaga, PVMBG Terus Lakukan Evaluasi
  • 8 Kapal Motor Ludes Terbakar di Pelabuhan Benoa
  • umah kontrakan terdakwa yang beralamat Perum Nuansa Utama di Jalan Nuansa Kori No.30 Ubung Kaja, Denpasar Utara. 
     
    Sampai di tempat itu, korban disuguhi segelas kopi yang sudah diracuni obat tidur. Karena obat tidur yang tidak bereaksi, terdakwa Astika kemudian memukul pada bagian wajah korban hingga korban terjatuh dan kepalanya terbentur tembok.
     
    Tak sampai disitu, tersangka Astika mengkrip leher korban dan membenturkan muka korban berkali-kali ke lantai.  Kemudian tersangka Alit, Veri,Tonges ikut memengang dan memukul tubuh korban dan menyeretnya ke dalam kamar. 
     
    Selanjutnya terdakwa Astika mengambil BPKB mobil dan membawa mobil Jazz milik korban, sedangkan ke tiga rekannya mengikuti dari belakang. Para terdakwa kemudian menjual mobil itu seharga Rp148 juta hasil penjualan mobil itu kemudian dibagikan kepada ke tiga tersangka masing-masing mendapat 10 juta rupiah dan sisanya dipakai tersangka Astika untuk membeli barang-barang. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Keluarga Korban Pembunuhan Pensiunan Polisi Terdakwa Diserang



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV