Hukrim

Terdakwa Residivis Sindikat Narkoba Jaringan Lapas Madiun Tidak Pernah Jera

Rabu, 04 Juli 2018 | 17:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Residivis bernama Asep Kurnia (38) seakan tidak pernah jera dari pengapnya jeruji besi. Ia kembali didudukkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (4/7).

Pilihan Redaksi

  • Hasil Tes Urine 120 Anggota Militer Kodim 1619 Tabanan Negatif Narkoba
  • Selundupkan Narkoba Dalam Pencernaan, WNA Asal Rusia Dituntut 7,5 Tahun Bui
  • Sat Narkoba Polres Tabanan Gerebek 3 Pelaku Sedang Pesta Sabhu-Sabhu
  •  
    Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi ini, terdakwa didampingi langsung oleh Penasehat Hukum Edward Pangkahila. Sebagaimana dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wayan Sutarta, dihadapan Hakim Ketua Wayan Kawisada SH, menyebutkan terdakwa ditangkap oleh Anggota Direktorat Resese Narkoba Polda Bali bersama tim Counter Transnational and Organized Crime (CTOC).
     
    Terdakwa merupakan sindikat narkotika jaringan lembaga pemasyarakatan (LP). Dimana dirinya selama ini dikendalikan narapidana bernama Bayu Sri Hartawan bin Wahyu Kurnia alias Bokir (31) yang dibekuk dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Madiun, Jawa Timur.
     
    Penangkapan terhadap Asep ditempat tinggalnya di Jalan Sekar Tanjung X Nomor 36A Banjar Kerthagraha, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur. Saat itu petugas tidak menemukan barang bukti di dalam kamar terdakwa. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, terdakwa menyebut barang bukti ada di dalam mobilnya yang terpakir di halaman.
     
    Petugas menemukan narkoba jenis shabu dibawa setir mobil sebanyak 5 paket dengan berat 24,50 gram bruto. Selain itu, tersangka juga mengakui masih menyimpan narkoba di dalam celana dalam seberat 102,96 gram bruto dan didalam dompetnya seberat 100,96 gram brutto. 
     
    “Semua Narkoba ini ditemukan di tiga tempat, yakni mobil, celana dalam dan di dalam dompetnya,” baca Jaksa.
     
    Interogasi terhadap tersangka tidak berhenti disana saja. Petugas kemudian melakukan pendalaman dan menganalisa semua keterangannya. Kemudian tersangka mengaku masih menyimpan shabu di kos-kosan mantan istrinya di Jalan Mulawarman nomor 144 Banjar Tedung, Desa Abianbase, Gianyar.
     
    Dari lokasi itu, ditemukan shabu seberat 124,12 gram yang disembunyikan di dalam toples makanan. Kepada petugas, tersangka ini mengakui semua narkotika jenis Shabu itu didapat dari seorang narapidana bernama Bayu Sri Hartawan

    Pilihan Redaksi

  • Nilai Ekspor Bali Mei 2018 Catat US$49 Juta, Didominasi Komoditas Permata ke Australia
  • Membuat Macet Sesaat, Upacara Mepeed 400 Ibu PKK Desa Beraban Berjalan Lancar
  • Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri Jika Mendaftar Sebagai Caleg
  • bin Wahyu Kurnia alias Bokir yang mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan Kelas I A Madiun, Jawa Timur. 
     
    “Pengakuannya, dia hanya menerima perintah dari Napi di LP Madiun itu. Dia mengambil shabu dengan cara di tempel diseputaran Jalan Gatot Subroto dan dibawa ke kosannya untuk dipecahkan sebelum diedarkan kembali sesuai perintah Napi tersebut. Untuk laku 1 ons, terdakwa mendapat upah sebesar 2 juta rupiah," bebernya.
     
    Dari pengakuan pria itu, narkoba yang dipesan oleh Bayu Sri Hartawan bin Wahyu Kurnia alias Bokir ini seharga Rp 328 juta. Barang bukti itu diambil oleh tersangka Anjas Sugiarto dari seorang bernama Tan Candra Susanto alias Koko (56) di Surabaya. Atas tindakannya, terdakwa disangkakan pasal berlapis pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009. (bbn/maw/rob)
     
     
     
     
     
     
     
     
     

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Residivis Sindikat Narkoba Tidak Pernah Jera



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV