Hukrim

Pengacara Para Terdakwa WNA Asal Bulgaria Ribut Karena Petugas Asal Tangkap

Jumat, 13 Juli 2018 | 23:25 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Sidang kasus pengeroyokan yang menyeret empat terdakwa warga negara (WN) asal Bulgaria terus digulirkan di persidangan PN Denpasar. Dalam agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, Jumat (13/7) pihak kuasa hukum terdakwa meminta secara tegas kepada majelis hakim agar rekaman CVTV di lokasi kejadian diungkap di persidangan.

Pilihan Redaksi

  • WNA Asal Rusia Nekat Mendaki, Usai Meditasi Dibisiki Gunung Agung Tidak Meletus
  • Tidak Bayar Hotel Tempat Menginap, Jaksa Tuntut WNA Asal Rusia 8 Bulan Penjara
  • Hakim Vonis 20 Bulan, Terdakwa WNA Asal Inggris Gembira
  •  
    Karena menurut penasehat hukum dari Prayudi Firma bahwa Keempat terdakwa masing-masing Kamen Yulianov, Valentin Sashkov, Dimitar Slavchov, dan Stoyan Iliev Peychev, tidak semuanya terlibat dan ada dalam aksi pengeroyokan. Suasana pun sedikit tegang dan panas saat perdebatan soal kebenaran dan keseriusan petugas saat itu yang dinilai asal tangkap.
     
    Seperti soal ketelibatan terdakwa Stoyan. Menurut pengacara asal Jakarta ini,  ada dua orang saksi yang mengatakan bahwa terdakwa Stoyan berada di hotelnya saat kasus ini terjadi.
     
    "Saya heran, kenapa saksi yang melihat Stoyan ada di hotel saat kejadian tidak dijadikan saksi di persidangan,"sebut pengacara yang enggan menyebutkan namanya itu.
     
    Karena itu, pihaknya pun meminta agar jaksa bisa membawa rekaman CCTV ke persidangan. "Kita minta CCTV ini diungkap, karena di tempat kejadian ada CCTV-nya,"sebutnya. Terpenting lagi, kata dia, dengan adanya tekanan CCTV ditempat kejadian, akan terungkap dengan jelas siapa saja pelakunya. 
     
    "Dengan adanya tekanan CCTV kan jadi jelas, siapa yang membawa stik dan pisau," katanya.
     
    Dimuka sidang, kuasa hukum terdakwa juga memohon kepada majelis hakim agar rekaman CCTV ditempat kejadian bisa diungkap dimuka sidang. Atas hal ini, Ketua majelis hakim I Dewa Budi Watsara langsung memerintahkan Jaksa untuk bisa membawa bukti rekaman CCTV yang dimaksud. 
     
    "Tapi kalau rekaman itu tidak ada, ya sudah harap kita maklumi saja," Jawab enteng hakim Budi Watsara.
     
    Diberitakan sebelumnya, Empat bule asal Bulgaria ini dijadikan terdakwa karena melakuk

    Pilihan Redaksi

  • Bupati Klungkung Sarankan KONI Tambah Jumlah Klub di Tiap Cabor
  • Bupati Tabanan Targetkan Pemberlakuan Tiket Elektronik di Tanah Lot Mulai 21 September 2018
  • PPI Denpasar Diharapkan Berperan Tingkatkan Partisipasi Generasi Muda
  • an penganiayaan terhadap  Stefnov Klenovski yang juga warga negara Bulgaria. Perbuatan yang diduga dilakukan keempat terdakwa ini berawal saat korban diminta oleh terdakwa Stoyan ke Park Hotel.
     
    Korban datang tidak sendiri, dia bersama temanya ang bernama Marinko. "Dalam pertemuan itu intinya terdakwa meminta kepada korban uang bayaran kepada Keril Kerlov jika masih ingin tinggal di Bali,"sebut jaksa Kejari Denpasar itu.
     
    Namun saat itu korban tidak mau memberikan uang yang dimita dan berlalu. Kemudian sekitar pukul 22.30 Wita, korban hendak pergi ke Buger King di Jalan Sunset Road, Kuta. Namun saat tiba di parkiran, terdakwa dihadang oleh para terdakwa.
    Para terdakwa langsung mendekati korban dan memaksa korban untuk masuk kedalam mobil yang para terdakwa tumpangi. 
     
    Saat itulah terjadi aksi penganiayaan terhadap korban yang dilakukan diduga oleh para terdakwa hingga korban mengalami luka tusuk dan harus dirujuk ke RSUP Sanglah. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Para Terdakwa Asal WNA Bulgaria Pengeroyokan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV