Ekbis

Juli 2018: Inflasi Denpasar Tercatat 0,48%, Bahan Makanan Punya Andil Terbesar

Rabu, 01 Agustus 2018 | 17:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kota Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,48% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,56. Untuk inflasi tahun kalender Januari hingga Juli 2018 tercatat sebesar 2,76% dan tingkat inflasi tahun ke tahun Juli 2018 terhadap Juli 2017 tercatat sebesar 3,85%.

Pilihan Redaksi

  • Asah Insting Habitat Asli, Trio Harimau Sumatera Diberi Makanan Baru
  • Hadapi Inflasi Perlu Sinergitas di Segala Lini dan Jaga Daya Beli
  • Peraturan Perundangan Terkait Pengawasan Obat dan Makanan Masih Belum Kuat
  •  
    Kepala Bidang Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri mengatakan komoditas yang tercatat memberikan andil pada inflasi Juli 2018 antara lain bensin, biaya sekolah dasar (SD), biaya sekolah menengah atas (SMA), upah pembantu rumah tangga, cabai rawit, daging babi, telur ayam ras dan daging ayam ras. Ia mencatat biaya pendidikan dan makana  mempunyai andil terbesar dari komoditas lainnya. 
     
    "Meski tidak terlalu berpengaruh di Denpasar, dampak dari naiknya bensin tentunya berpengaruh pada biaya tranportasi dan komoditas yang diangkut," ujarnya, Rabu (1/8) di Denpasar. 
     
    Untuk enam kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,73%; kelompok kesehatan sebesar 0,89%; kelompok bahan makanan sebesar 0,69%, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,64%; kelompok sandang sebesar 0,39%; serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04%. Satu pengeluaran yang tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,03%.
     
    Dari 82 kota, tercatat 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Sorong (Papua Barat) sebesar 1,47% dan terendah di Surabaya dan Banyuwangi (Jawa Timur) serta Depok (Jawa Barat) masing-masing sebesar 0,03%. Deflasi tertinggi tercatat di Ambon (Maluku) sebesar 1,45% sedangkan deflasi terendah tercatat di Palembang (Sumatera Selatan) sebesar 0,01%. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-29 dari 68 kota yang mengalami inflasi. (bbn/rob)

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Inflasi Denpasar Juli 2018 BPS



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV