Hukrim

Jaksa Tuntut 3 Tahun Kakek yang Belanja Miliaran Rupiah Tapi Tak Dibayar

Senin, 06 Agustus 2018 | 20:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Anom terdakwa yang sudah berumur 73 tahun ini tidak kuasa menahan tangis ketika dirinya dituntut 3 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Atmaja di sidang pimpinan Ni Made Purnami, Senin (6/8) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Pilihan Redaksi

  • Trauma Pacagempa, MPP Karangasem Sepi Pengunjung
  • Seniman Gamelan I Wayan Beratha, Darah Seni Mengalir dari Sang Kakek
  • De Gadjah Kunjungi Kakek Nenek Korban Rumah Terbakar di Banjar Lebah
  •  
    "Saya mohon keringanan hukuman yang mulia. Umur saya sudah 73 tahun, saya menderita penyakit jantung dan gula darah. Saya sudah tidak punya uang untuk membayar. Semuanya habis karena kebangkrutan," pinta terdakwa dimuka sidang.
     
    Menanggapi pembelaan langsung secara lisan, Jaksa Bela tetap pada tuntutannya menjatuhkan hukaman pidana penjara selama 3 tahun. Terdakwa terjerat dalam kasus penipuan bisnis perlengkapan Toko meterial bangunan senilai miliaran rupiah.
     
    Sebagaimana dalam surat tuntutan Jaksa Bela terdakwa dinilai terbukti secara sah dan menyakink

    Pilihan Redaksi

  • Pascagempa, Pemkot Cek Ulang Kontruksi Gedung Obyek Vital di Denpasar
  • DPRD Tabanan Geram APBD Terancam Defisit Rp41 M Karena Penurunan Target PAD
  • Sekda Rai Iswara Bantah IMB Bali Hyatt Menyalahi Aturan
  • an bersalah melakukan tindak pidana yakni menjadikan mata pencaharian atau kebiasaan membelikan barang-barang dengan maksud supaya tanpa pembanyaran seluruhnya, memastikan penguasaan barang-barang itu untuk diri sendiri maupun orang lain. 
     
    Perbuatan terdakwa dijerat dengan Pasal 379 a KUHP sesuai surat dakwaan tunggal penuntut umum. Karena itu, Jaksa Bela meminta majelis hakim yang mengadili dan memeriksa pekara ini untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa. 
     
    "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Anom dengan pidana penjara selama 3 tahun, dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tegas Jaksa Bela dalam amar tuntutannya. 
     
    Disebutkan dalam surat tuntutan Jaksa Bela, bahwa akibat perbuatan terdakwa PT. Padi Mas Prima mengalami kerugian sebesar Rp5.807.500.000, PT Catur Aditya Santosa mengalami kerugian sebesar Rp15.673.200. (bbnmaw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kakek Belanja Miliaran Tidak Dibayar



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV