News

Gempa 6,5 SR di Lombok Menyebabkan Longsor di Lereng Gunung Rinjani

Minggu, 19 Agustus 2018 | 14:40 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NUSWANTARA.
Beritabali.com,NTB. Dampak gempa 6,5 SR di Lombok Timur NTB telah menyebabkan longsor di beberapa titik lereng Gunung Rinjani, seperti di Bukit Pegangsingan dan Bukit Anak Dara Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. 

Pilihan Redaksi

  • Gempa 5,4 SR Berpusat di Lombok Timur, Denpasar Terkena Efek Guncang
  • Rare Festival Diisi Penggalangan Bantuan Korban Gempa Lombok
  • Korem 163 Wira Satya Distribusikan 6 Truk Bantuan Bencana Gempa Lombok
  •  
    Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyatakan material batu-batu dari bagian atas gunung longsor menuruni lereng sehingga menimbulkan debu di lereng Gunung Rinjani. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena Taman Nasional Gunung Rinjani sampai saat ini masih ditutup dan tidak ada aktivitas masyarakat dan wisatawan di dalam Gunung Rinjani. Namun demikian petugas SAR akan melakukan penyisiran setelah gempa nantinya.
     
    Posko BNPB telah melakukan analisis dan konfirmasi dampak gempa Lombok ke BPBD. Guncangan gempa dirasakan keras selama 4-8 detik dirasakan di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Guncangan sedang selama 4-6 detik dirasakan di Kota Mataram, Kota Denpasar, Jembrana, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Tabanan, Klungkung dan Buleleng.
     
    Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah atau tenda pengungsian di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa. Guncangan paling keras dirasakan di Lombok Timur. Masyarakat di Sembalun Lombok Timur, yang sedang bekerja di kebun dan berkendara motor di jalan, segera berlarian mencari tempat aman. 
     
    Mereka meninggalkan kebun dan sepeda motornya. Berkumpul di tempat aman. Berdasarkan laporan Babinsa beberapa kerusakan rumah dan bangunan di Desa Korleko Selatan seperti menara Masjid Babussalam Dusun Lembak Daya Kecamatan Sembalun. 2 kios depan kantor Desa Madaen roboh. Rumah masyarakat yang sebelumnya masih tegak namun rusak, akhirnya roboh akibat gempa 6,5 SR.
     
    Untuk sementara pihaknya belum menerima laporan korban jiwa dan kerusaka

    Pilihan Redaksi

  • Perlunya Keamanan Digital Hindari Resiko Pembajakan
  • Sepeda Hias Bentuk Mobil, Alya Mengaku Agar Beda dengan Peserta Lain
  • Ada Kulkul Otomatis di Banjar Puri Candra Asri
  • n. Masyarakat bertambah trauma dengan gempa-gempa susulan, apalagi gempa yang dirasakan keras. Di Bali, masyarakat dan wisatawan merasakan guncangan ringan hingga sedang. Sebagian segera keluar rumah dan bangunan namun tidak panik dan sementara belum ada laporan dampak gempa.
     
    BPBD bersama aparat TNI, Polri, Basarnas, Tagana, SKPD, PMI, relawan dan lainnya masih melakukan pemantauan dampak gempa. Laporan akan disampaikan kepada media, masyarakat dan berbagai pihak jika telah menerima laporan di lapangan.
     
    Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Lombok. BMKG melaporkan gempa susulan yang dirasakan terjadi 2 kali yaitu 5,4 SR dan 6,5 SR. Gempa pertama dengan kekuatan 5,4 SR terjadi pada pusat gempa 25 km timur laut Lombok Timur dengan kedalaman 10 pada Minggu (19/8/2018) pukul 10.06 WIB. Kemudian gempa kedua dengan kekuatan 6,5 SR dengan episentrum 32 km timur laut Lombok Timur NTB pada kedalaman 10 km pada Minggu (19/8/2018) pukul 11.06 Wib. Gempa tidak berpotensi tsunami. (bbn/rls/rob)

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Gempa 6.5 SR Di Lombok Lereng Gunung Rinjani Longsor



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV