News

Pengempon Pura Batukaru Tidak Menuntut, Proses Hukum Jarvi Diserahkan Pihak Terkait

Selasa, 18 September 2018 | 07:13 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan WNA Asal Finlandia Jarvi Tony Kristian (37) akan diserahkan ke Konsulat Finlandia mengingat dari pihak Pengempon Pura Luhur Batukaru tidak menuntut apapun lagi sedangkan terkait proses hukumnya lebih lanjut diserahkan kepad PHDI atau KMHDI untuk berkoordinasi dengan Kapolres Tabanan.

Pilihan Redaksi

  • K3S Tabanan Serahkan Bantuan Kepada PMKS Tabanan
  • Bule Duduk di Pelinggih, Pengelola Pura Batukaru Segera Gelar Upacara Guru Piduka
  • Bule Pose di Pelinggih, Polisi Periksa Data Wisatawan dan Pemandu di Pura Batukaru
  •  
    "Hari ini saya serahkan ke Konsulat, untuk proses hukumnya saya serahkan dengan pihak terkait, Silakan berkoordinasi dengan pimpinan kami," tegasnya. 
     
    Mastra juga mengakui Jarvi hampir saja tidak mengikuti proses upacara Guru Piduka yang diselenggarakan Pihak Pengempon Pura Luhur Batukaru karena dia kebingungan. Ia sudah di tunggu taksi dan menitipkan uang yang diserahkan ke pura di hotel Wibisana Sanur tempatnya menginap lalu akan terbang ke Filandia. 
     
    "Akhirnya saya bawa dia ke bungalow yang ada di Desa Buruan. Disana kami jaga. Dia ingin pulang karena kebingungan dan ditinggal sama rekannya," beber AKP Mastra. 
      
    Sementara itu Jarvi Tony didampingi guide lokal usai mengikuti guru piduka  meminta maaf kepada pihak Pura dan seluruh umat Hindu di Bali, polisi dan masyarakat sekitar. “Ia meminta maaf atas perbuatan yang sudah dilakukan. Termasuk pula dalam kesempatan itu ia menyerahkan biaya proses upacara sebesar Rp 15 juta yang diterima oleh Bendesa Adat Wangaya Gede,” jelas sang penterjemah Jarvi Tony. 
     
    Sementara itu, prosesi guru piduka dan pecaruan yang digelar sekitar pukul 15.00 Wita pada Senin (17/9) dipimpin Jero Mangku Gede Pura Luhur Batukaru. Upacara guru piduka dan mecaru manca sata yang bertujuan agar seluruh kahyangan dan yang berbuat salah dimaafkan. Upacara itu dihadiri  Bendesa Adat Wangaya Gede , pengempon Pura Batukaru, pemangku, pecalang, aparat TNI dan kepolisian. 
     
    Proses upacara tersebut dilaksanakan oleh Pasek, penyarikan, kesinoman dan kabayan Pura Luhur Batukaru. Awalnya raut wajah Jarvi Tony sedikit tegang, setelah seorang pemandu lokal menjelaskan dan prosesi upacara guru piduka berjalan, ketegangan wajah Tony berubah sumringah. Tony diupacarai meprascita (pembersihan)  oleh pemangku setempat. Jarvi kemudian ikut melaksanakan persembahyangan dipandu oleh masyarakat.
     
    Jero Mangku Gede Pura Luhur Batukaru mengatakan upacara guru piduka dan mecaru manca sata bertujuan agar seluruh kahyangan dan yang berbuat salah dimanfaatkan. Sekaligus juga melakukan upacara pembersihan atau mengembalikan kesucian pura. 
     
    "Hari ini melakukan upacara memang karena atas permintaan dia (Jarvi). Sebenarnya kami juga mau berbuat tetapi tidak secepat ini, namun karena permintaanya kami langsung buatkan upacara," ujarnya. 
     
    Diakui Jero Mangku, pelinggih yang dinaiki Jarvi adalah pelinggih pekiyisan difungsikan sebagai mendak toya atau ngaturang pakelem bagi Subak Seluruh Kabupaten Tabanan. Mengingat karena p

    Pilihan Redaksi

  • Jembrana Alokasikan 45 Kursi Roda Bagi Warga Disabilitas
  • Bupati Artha Khawatir Citra Negatif Delod Berawah Pengaruhi Psikologis Anak
  • Nama Denpasar Berawal Dari Keberadaan Taman di Utara Pasar
  • anoramanya masih alami sehingga Jarvi tertarik untuk berfoto. 
     
    "Sebenarnya tidak ada niat jelek dari Jarvi sendiri ini karena tidak tahu. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali," terangnya. 
      
    Sementara itu Bendesa Adat Wangaya Gede, I Gede Manu Ardana menerangkan, setelah kejadian dan upacara yang dilakukan, ia mewakili dari delapan Desa Pakraman dan 12 Desa Adat Wangaya Gede menganggap kasus sudah selesai. Terkait dengan mediasi yang ada di Polres terkait dengan wacana proses hukum sudah tidak ada hubunganya lagi dengan pihaknya. "Tiyang singkat saja, setelah upacara ini kasus sudah tiyang nyatakan puput (selesai)," tegas Manu Ardana. 
     
    Dirinya juga menambahkan agar kasus tidak terulang kembali, setiap pesanakan (pelinggih) yang tergabung dalam areal Pura Luhur Batukaru akan dipasangi pagar. Termasuk juga memasang papan pengumuman. "Kami juga akan memperketat pengawasan," tandasnya. (bbn/nod/rob)
     

    Penulis : bbn/nod

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Bule Duduk Di Pelinggih Pura Batukaru Tabanan Upacara Guru Piduka



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV