News

Jembrana Gelar Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami untuk Latih Tanggap Bencana

Minggu, 27 Oktober 2019 | 15:10 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
BPBD provinsi Bali bekerja sama dengan Pemkab Jembrana serta instansi terkait lainnya,  menggelar simulasi penanganan tsunami dan gempa bumi bertempat diLapangan Pergung Mendoyo, Sabtu (26/10).

Pilihan Redaksi

  • PDD Jembrana Buka 850 Lowongan Awak Kapal Pesiar bagi Alumni
  • Dinsos Bali Sosialisasi UU dan Perda Perlindungan Penyandang Disabilitas di Jembrana
  • Polres Jembrana Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Ganja
  • Kegiatan ini digelar untuk melatih warga sekitar yang dianggap rawan bencana sekaligus  pelatihan kesigapan dari pihak aparat. Simulasi diawali dengan upacara tanggap bencana dengan pembina apel Bupati Jembrana I Putu Artha dan Komandan Upacara Kasetum korem 163 Wirasatya, Kapten Inf. IB. Komang Widnyana. Selanjutnya digelar simulasi tanggap bencana di kawasan tersebut.
    Dalam simulasi tersebut, bencana  maut berupa Gempa bumi berkekuatan 8,5 skala richter disertai Tsunami melanda 4 desa yang ada di pinggiran pantai yakni, desa Perancak, Air Kuning, Yehkuning dan desa Perancak.
    Bencana yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga ketakutan bahkan suasana mencekam tidak bisa terhindarkan. Akibat 2 bencana itu, selain memporak porandakan ratusan rumah warga dan fasilitas umum juga korban meninggal  diperkirakan sebanyak 82 orang.   Dari pantauan, saat peristiwa memilukan sekitar pukul 9.55 WITA itu, kepanikan sangat nampak menyelimuti warga di ke 4 desa itu, mereka berhamburan keluar pekarangan dan berlari ke jalan-jalan. Namun demikian, tidak sedikit warga di saat suasana mencekam itu ada yang terjebak dibawah reruntuhan bangunan, bahkan mereka dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
    Beberapa armada dengan suara sirenenya meraung-raung di jalan lengkapi dengan personilnya termasuk helikopter. Secara bergantian, armada-armada ini secara-terus menerus melakukan evakuasi bagi warga masyarakat ke tempat yang aman yakni, di lapangan desa Pergung kecamatan Mendoyo.
    Dihadapan peserta apel yang juga dihadiri Wabup I Made Kembang Hartawan serta Ketua DPRD Jembrana  Ni Made Sri Sutarmi,  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah jajaran termasuk BPBD Propinsi Bali serta lembaga-lembaga terkait lainnya.   Bupati I Putu Artha dalam sambutannya mengatakan, Simulasi gladi lapang Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami mengharuskan keterlibatan dan peran serta semua stakeholder pengambil kebijakan baik di tingkat kabupaten dan Propinsi.
    ”Semua stakeholder harus bergerak cepat dan tepat dalam mengambil tindakan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing dan mengambil bagian di tiap-tiap cluster atau sektor yang ada," tandasnya.
    Terkait pelaksanaan simulasi  di Jembrana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan dari release terakhir BNPB, dari seluruh desa (kelurahan) di Jembrana terdapat 26 desa yang merupakan zona merah. Apalagi di Jembrana belum ada alat pendeteksi tsunami.   "Zona merah disini memiliki resiko tinggi terjadinya bencana. Di Bali baru terpasang (alat pendeteksi tsunami) di 9 titik dari idealnya 34 titik," ujar Rentin, Sabtu (26/10).
      Melalui simulasi ini diharapkan warga yang terlibat dapat mengetahui dan memahami cara berlindung dan melindungi serta memberikan pertolongan saat terjadi bencana sehingga korban dapat diminimalisir.   

    Penulis : Kontributor Jembrana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Jembrana Simulasi Bencana Tsunami Gempa Bumi BPBD



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV