News

Ingatkan Kembali Ajaran Tri Hita Karana

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 16:50 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Penampilan siswa SMAN 1 Bangli maupun SMAN 4 Denpasar pada Bali Mandara Nawanatya III, Jumat (10/10) dinilai sama-sama menyajikan garapan yang mengingatkan manusia akan ajaran Tri Hita Karana akan senantiasa peduli pada sesama, lingkungan, dan Sang Pencipta yakni Tuhan Yang Maha Esa.

Pilihan Redaksi

  • Seni Lukis Kontemporer Tidak Ditinggalkan di Era Digital
  • Filosofi Pura Masceti Gunung Sari, Jika Sudah Makmur Akan Gampang Dalam Berkesenian
  • I Wayan Konolan, Seniman Kerawitan yang Lahir dari Institusi Banjar
  •  
    Jauh-jauh datang dari Bangli, tak menyurutkan totalitas para penampil garapan seni bertajuk Back To Nature yang disuguhkan oleh SMAN 1 Bangli. Melihat fenomena alam yang tengah merundung kedukaan negeri seperti gempa di Lombok, Palu, dan Donggala membuat SMAN 1 Bangli terinspirasi untuk membuat garapan kaya pesan dalam Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III. 
     
    Sebagai manusia kita lupa bahwa keadaan alam ini tidak baik-baik saja seperti halnya sekarang banyak bencana alam yang menerjang Indonesia seperti di Palu, Lombok, dan Donggala, jelas I Wayan Yudha Pangestu sebagai salah satu penggarap. Yudha yang nyatanya masih menjadi siswa SMAN 1 Bangli menuturkan dengan adanya garapan ini dapat memberi pesan kepada masyarakat bahwa alam hendaknya dicintai layaknya manusia mencintai diri sendiri maupun mencintai pujaan hatinya.
     
    Menurut Kepala SMAN 1 Bangli (I Nengah Sudaya), persiapan yang dilakukan anak didiknya cenderung mendesak. "Hut tanggal 25 Oktober, di Bangli juga ada upacara, hanya 3 (tiga) minggu anak-anak dapat latihan dengan mandiri," tutur Sudaya. 
     
    Keberadaan orang tua siswa yang mendukung kegiatan anak-anaknya menjadi kemudahan tersendiri yang memperlancar suksesnya garapan ini. Penggabungan unsur kesenian seperti tabuh, tari, dan unsur drama merupakan bentuk pengembangan kesenian yang digiatkan oleh SMAN 1 Bangli. Kesempatan tampil dalam Bali Mandara Nawanatya III adalah kebanggaan terse

    Pilihan Redaksi

  • Pemerintah Targetkan 5.000 Desa Tertinggal Menjadi Desa Berkembang 2019
  • Presiden Jokowi: Manajemen Pemerintahan Perlu "Zoom Out, Zoom In"
  • Rencana Alokasi Dana Kelurahan Lebih Kecil dari Dana Desa
  • ndiri bagi anak-anak SMANICHI (SMAN 1 Bangli).
     
    SMAN 4 Denpasar yang hadir sebagai penampil kedua menyuguhkan penampilan berupa paduan suara dari KSM 4 (Grup Paduan Suara SMAN 4 Denpasar-red), Tari Prabasastra (Werdhi Yowana), dan sebagai pamungkas hadir garapan berupa operet yang menyajikan kisah Mayadenawa. Garapan yang kental dengan penggabungan unsur modern dan tradisional ini pun menghibur para penonton yang rata-rata berasal dari generasi milenial. 
     
    "Ini puncak kreativitas dari siswa-siswi kami, sehingga anak-anak dapat mengorganisasi diri mereka yang berkaitan dengan seni, pendidikan, dan kepercayaan diri," terang I Ketut Kerta selaku Kepala SMAN 4 Denpasar. 
     
    Kendala yang dialami anak didiknya yakni pada proporsi dan tujuan utama pembelajaran. Salah satu dari sekian tujuan kan tujuan utama belajar, kalo tidak disikapi dengan baik kena aturan akademis, jadi ada dispensasi untuk siswa yang terlibat dalam pentas, ungkap Kerta. (bbn/rls/rob)

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Tri Hita Karana Bali Mandara Nawanatya III



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV