Hukrim

Korupsi Dana APBDes Rp.1 Miliar, Kepala Desa Baha Diadili

Selasa, 23 Oktober 2018 | 21:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. I Putu Sentana (57) kepala Desa Baha, Mengwi, Badung, ini diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa (23/10). 

Pilihan Redaksi

  • Belum Disidang, Jaksa Masih Pelajari Bukti Baru dari Tersangka Korupsi Dana Hibah
  • Sekda Dewa Indra Ingatkan Jajarannya Tidak Tergoda Melakukan Korupsi
  • BPK Berharap Tidak Ada Penangkapan Pejabat Kasus Korupsi di Bali
  •  
    Sentana diduga melakukan tindakan memperkaya diri sendiri dan menyalahgunakan jabatan hingga merugikan keuangan negara, dalam hal ini APBDes Baha senilai 1 miliar rupiah. Putu Gede Suriawan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menjerat Sentana dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat (1) Huruf b juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
     
    Di hadapan majelis hakim diketuai Bambang Ekaputra, JPU menguraikan bahwa perbuatan terdakwa itu diduga dilakukan pada tahun anggaran 2016 sampai dengan April 2017. Dalam uraian selanjutnya, pada tahun anggaran 2016, Desa Baha menerima dana sebesar Rp.7,8 miliar lebih yang bersumber dari beberapa pos pendapatan. Antara lain Pajak Hotel dan Restoran, Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bantuan Khusus Kabupaten, dan Pendapatan Asli Daerah. 
     
    Sementara pada pos program, ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan. Kemudian ada yang terlaksana namun anggarannya masih sisa. Besarnya mencapai Rp 835,2 juta lebih dan tersimpan di rekening tabungan terdakwa selaku Perbekel Desa Baha.
     
    Dana yang tersisa atau biasa disebut Sisa Lebih Pagu Anggaran (Silpa) tersebut disampaikan dalam laporan pertangungjawaban yang disampaikan terdakwa dalam Buku Kas Umum Desa. Namun saat ada pemeriksaan dari Irban dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Badung terdapat selisih antara Buku Kas Umum Desa dengan saldo rekening Desa. Di buku kas umum desa, dana silpa yang tertera sebesar Rp 835,2 juta. Sementara dalam rekening desa terdapat saldo sebesar Rp 26,7 juta.
     
    "Sehingga terdapat selisih sebesar Rp 776.453.611. Dan, setelah

    Pilihan Redaksi

  • Jangan Asal murah, Begini Jurus Jitu Sewa Mobil di Bali
  • Polsek Gilimanuk Amankan Daging Ayam dan Sapi Ilegal pada Truk dan Bus
  • Denpasar Godok Aturan Kurangi Penggunaan Plastik
  • dilakukan konfirmasi, terdakwa mengakui telah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan sendiri sebagaimana surat pernyataan Nomor : 145/1133/Keu tanggal 27 Desember 2016," kata Jaksa.
     
    Sedangkan untuk realisasi pengeluaran belanja, saksi Ni Nyoman suartini selaku Bendahara Desa mencatat seluruh transaksi pengeluaran belanja ke dalam buku kas umum sesuai bukti pertangungjawaban yang telah disetujui terdakwa dalam Surat Permintaan Pembayaran.
     
    Berdasarkan hasil audit BPKP periode 2016 sampai 2017 (sampai dengan tanggal 17 April 2017), uang kas Desa Baha yang tidak ada pertanggung jawabannya adalah; saldo awal 2016 sebesar Rp 294,6 juta; periode 2016 sebesar Rp 502.01 juta; periode 2017 (s/d tanggal 17 April) sebesar Rp 209,98 juta. "Atau total sebesar Rp 1 miliar," pungkas Jaksa. 
     
    Menanggapi dakwaan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya I Gusti Putu Suwena tidak merasa keberatan sehingga sidang dapat dilanjutkan dengan pembuktian. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Korupsi Dana APBdes Kepala Desa Baha Sidang Tipikor



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV