Ekbis

Oceana Dorong Perusahaan Kurangi Jumlah Produksi Plastik

Senin, 29 Oktober 2018 | 10:55 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Chief Policy Officer Oceana, Jacqueline Savitz menyebutkan daur ulang plastik tidak cukup untuk menjaga kelestarian, khususnya perikanan di laut dan mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah plastik. 

Pilihan Redaksi

  • Jelang Konferensi OOC, 1.300 Kapal Ikan Komersial Peru Kini Terdeteksi
  • Konferensi OOC Akan Dihadiri 8 Kepala Negara dan 1.908 Peserta
  • Kodam IX Udayana Kerahkan 4.000 Personel Amankan Konferensi OOC
  •  
    “Pada akhirnya, tetap ada sisa yang terbuang. Jika selalu recycle, pada akhirnya juga mencemari lautan,” katanya saat jumpa pers Minggu (28/10) di Nusa Dua. 
     
    Dirinya, juga tak ingin keindahan pantai Bali dirusak sampah plastik. Perusahaan yang terus-menerus menggunakan kemasan plastik disebutnya bisa menghancurkan tempat-tempat yang indah seperti Bali. Jadi, kata dia tidak ada negosiasi selain harus mencari solusi lain. 
     
    “Kita telah membuang satu truk sampah plastik ke lautan setiap menitnya. Mendaur ulang dan pengunaan kembali (reuse) bukan merupakan jalan keluar dari masalah ini. Kita harus mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah plastik yang mereka produksi dan mencari solusi alternatif untuk mengirimkan produk mereka,” ujar Jacqueline. 
     
    Karena itulah sebagai organisasi konservasi laut global, Oceana mendukung sepenuhnya upaya peningkatan transparansi perikanan dunia dan pengurangan produksi plastik pada konferensi Our Ocean di Nusa Dua pada 29 sampai 30 Oktober.  
     
    “Partisipasi Oceana dalam konferensi tersebut sebagai komitmen untuk menyelamatkan lautan kita dari ancaman penangkapan ikan berlebihan, penangkapan ikan ilegal, dan yang menghancurkan habitat. Kita telah membuat polusi pada lautan kita, mengambil ikan berlebihan, dan membunuh terlalu banyak spesies berharga dan kehidupan di bawah laut," ujarnya. 
     
    Sementara itu, Chief Executive Officer Oceana, Andre Sharpless mengatakan sampah plastik di darat pada akhirnya akan bisa menyebar ke laut. Jika sampah-sampah itu terus menumpuk di laut, lanjutnya maka kehidupan ikan di laut, maupun kekayaan yang terkandung di dalamnya akan terancam. 
     
    “Upaya pelestarian ini tak bisa dilakuka

    Pilihan Redaksi

  • Pesawat Lion Air JT 610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang Hilang Kontak
  • Peringatan Hari Sumpah Pemuda Libatkan 800 Seniman
  • Genjek Kolosal Sukses Ukir Rekor Muri dengan Jumlah 18.012 Peserta
  • n sendirian, akan tetapi harus melalui pendekatan negara,” jelasnya.
     
    Dilanjutkan, pihaknya juga tidak kompromi terkait kantong plastik jenis yang mudah didaur ulang (degradable) yang menjadi perkecualian dirinya seperti yang digunakan banyak toko modern atau pusat perbelanjaan di Indonesia dimana dalam 1 sampai 2 tahun kantong seperti ini akan hancur sendiri.
     
    “Kami tidak akan merekomendasikan itu. Tidak ada tawar-menawar dengan plastik,” ujarnya.
     
    Disampaikan, plastik jenis itu dinilai bisa hancur namun tidak sempurna dan tetap menjadi masalah terkait pendaurulangannya. Sejak tahun 2014 lalu, konferensi Our Ocean telah menghasilkan dana sebanyak USD 18 Miliar untuk konservasi dan telah melindungi lebih dari 12 juta kilometer laut di dunia. 
     
    "Oceana mendukung sepenuhnya upaya peningkatan transparansi perikanan dunia, dan pengurangan produksi plastik,"ucapnya. (bbn/aga/rob)

    Penulis : Agung Gede Agung

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Oceana Sampah Plastik Di Laut Ancam Kelestarian Dan Biota Laut



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV