Informasi

Lahan Hijau Berkurang, Wagub Cok Ace Minta Warga Subak Tidak Tergiur dengan Dolar

Senin, 07 Oktober 2019 | 18:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, GIANYAR.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengajak masyarakat Bali khususnya warga Desa Tengkulak Kaja untuk menjaga tanah hijau berupa sawah / subak mereka dari giuran dolar, mengingat lahan hijau kita di Bali saat ini sudah semakin berkurang. 

Pilihan Redaksi

  • Wagub Cok Ace Minta Asephi Fasilitasi Kebutuhan UKM dan Exportir dengan Pemerintah
  • Wagub Cok Ace Harap Lari Bisa Menjadi Gaya Hidup Sehat Masyarakat
  • Akademisi Unud Sebut Alih Fungsi Lahan di Bali Sudah Parah
  • Hal ini disampaikannya saat menghadiri Karya Mamungkah, Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan di Pura Ulun Suwi Batur, Banjar Tengkulak Kaja, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Senin (7/10). 
    Dari 79.000 Ha sawah di Bali, setiap tahunnya mengalami pengurangan sekitar 1.000 Ha akibat alih fungsi lahan. Sehingga bersama-sama antara warga dan Pemerintah serta instansi terkait meminimalisir penjualan lahan hijau, meskipun penghasilan yang diperol

    Pilihan Redaksi

  • Pasar Ritel Tumbuh Meski Konservatif
  • Denpasar Masuk 10 Kota Kreatif Indonesia Tahun 2019
  • Hakim Vonis Remaja Penebas Mahasiswa di Abiansemal 6 Tahun Penjara
  • eh petani tiap bulan tidak lebih dari 3 juta rupiah. 
    Untuk menghindari alih fungsi lahan, instansi terkait bersama warga subak harus memiliki komitmen dengan membuat perarem, dan mengoptimalkan Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat yang saat ini sudah memiliki kekuatan hukum salah satunya untuk mengurangi alih fungsi lahan dari sawah menjadi perumahan.
    Subak dan Bendesa harus bekerja sama untuk membentengi Desa dengan memastikan status seorang penjual tanah sawah untuk melanjutkan hidupnya dan tempat tinggalnya, khususnya menjadi warga desa dimana dengan membebankan kewajiban/ iuran yang harus dibayar. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari keberadaan subak yang tidak memiliki pangemong.
    Selain itu, pria yang akrab dipanggil Cok Ace ini mengingatkan apabila ada permasalahan maka dicari pemecahan antara Bendesa Adat dengan Majelis Adat Kabupaten serta Dinas Kebudayaan terkait, dengan maksud dapat mempertahankan kesatuan dan kebersamaan warga Bali.  

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Wagub Cok Ace Lahan Hijau ALih Fungsi Lahan Dolar



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV