News

Radio Academy Tingkatkan Peran dan Kualitas Penyiar Radio

Selasa, 30 Oktober 2018 | 16:55 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Ketua Umum Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis Yuliandre mengatakan dengan kegiatan Radio Academy 2018 akan mendorong semangat bagi penyiar radio untuk tingkatkan kualitas SDM  dalam menambah wawasan dan cara pandang dalam penyajian berita di radio.

Pilihan Redaksi

  • Kebakaran Hutan Akibatkan Asap Membubung Tinggi di Lereng Gunung Agung
  • Isu Bali Dijual Murah: Harus Ada Standarisasi Harga Pelaku Wisata Bahari
  • PKK Banjar Mandala Sari Dentim Dorong Anak Minum Air Putih
  •  
    "Kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk membentuk karakter dan melahirkan SDM yang berkualitas, khususnya insan yang bergerak di radio atau penyiar," ucapnya saat di sela pembukaan Radio Academy yang diselenggarakan atas kerja sama KPID Bali dengan Pengurus Daerah (PD) Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Bali, di Renon Denpasar, Bali, Selasa (30/10).
     
    Dengan langkah tersebut, kata Yuliandre, masyarakat akan dapat menikmati sajian yang disiarkan oleh stasiun radio yang lebih menarik dan akurat, baik itu dalam bentuk berita maupun hiburan lainnya. 
     
    "Menariknya sebuah kemasan dalam penyajian siaran di radio tak terlepas juga dengan kemampuan dari penyiar tersebut," ucapnya.
     
    Untuk itu, pihaknya mendukung langkah PRSSNI Bali menyelenggarakan kegiatan "Radio Academy 2018" dengan tema kemampuan dasar penyiaran (Basic Announcing skill) yang pertama diselenggarakan di Bali  sebagai penyiar yang profesional.
     
    "Kami mendukung kegiatan yang diprakarsai oleh PRSSNI Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan 'Radio Academy 2018'," kata Yuliandre.
     
    Ia mengatakan keberadaan stasiun radio di era globalisasi tetap eksis, karena itu kesiapan sumber daya manusia (SDM) harus lebih berkualitas dan profesional dalam menyajikan siaran kepada publik.
     
    "Saat ini, publik sangat membutuhkan informasi yang berkualitas, termasuk penyajian berita-berita yang aktual, namun tetap berpedoman pada aturan lembaga penyiaran itu sendiri sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujarnya.
     
    Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Suastini Putri Koster mendukung kegiatan yang dilakukan PRSSNI Bali dalam membentuk peyiar yang terampil dan profesional.
     
    "Saya mendukung kegiatan ini. Bahkan saya berharap tidak hanya sampai disini membuat kegiatan 'Radio Academy'. Tahun depan agar lagi diadakan kegiatan ini. Kalau bisa berkesinambungan membentuk karakter penyiar yang profesional,"

    Pilihan Redaksi

  • BPR Lestari Bali Bagikan 6,8 Ton Beras ke Panti Asuhan Binaan
  • Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Jadi Kekuatan Maritim Dunia
  • Ikuti 5 Langkah Mudah Sewa Mobil di Bali
  • ; ucapnya.
     
    Selain itu, kata Suastini Koster, berharap konten siaran radio menyajikan tentang seni dan budaya. Sehingga kreativitas yang bergerak di bidang budaya dan susastra memiliki ruang untuk berkiprah pada ruang publik melalui siaran radio.
     
    "Media radio banyak memberi peluang pada kemajuan pembangunan. Bahkan dalam siaran, banyak penyiar yang memiliki 'fans' yang banyak. Tapi tidak ada yang tahu wajahnya (ana ring uruh, tan anak ring rupa atau suaranya kenal, tapi tak tahu wajah penyiarnya)," ucapnya.
     
    Suastini Putri Koster juga berharap kepada kepada perusahaan stasiun radio terus mendukung informasi pemberitaan yang mendukung pembangunan, sebab keberadaan radio jangkauannya cukup luas hingga kepedesaan.
     
    "Saya berharap siaran radio terus meningkatkan dukungan dalam pembangunan, termasuk program-program pemerintah yang selama ini sudah diterapkan di masyarakat," ucapnya. (bbn/rls/rob)

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : KPI KPID Bali PRSSNI Bali Radio Academy Kualitas Penyiar Radio



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV