News

Ketua Yayasan Dwijendra: Kuliah Berjalan Normal, Sebelumnya Mahasiswa Kena Provokasi

Kamis, 29 November 2018 | 17:00 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Ketua Yayasan Dwijendra, MS Chandra Jaya, Kamis,(29/11) di Denpasar menyampaikan, perkuliahan di Universitas Dwijendra telah berjalan seperti biasa sampai pada Kamis 29 November 2018. Sebelumnya diakui mahasiswa Dwijendra sempat terprovokasi yang menyebabkan kondisi kampus menjadi kurang kondusif.

Pilihan Redaksi

 
"Telah kami buka kembali perkulihan, dan perkuliahan di Dwijendra sampai hari ini telah berjalan normal. Memang pada 26 November sempat mahasiswa terprovokasi oleh (oknum) dosen-dosen. Jika diistilahkan, pada zaman penjajahan Belanda, pengurus baru membonceng NICA, mau membikin rusuh di Dwijendra," ujarnya.
 
Dua hari yang lalu telah dilakukan evaluasi dan perkulihan di Universitas Dwijendra, kini sudah berjalan normal kembali. Mahasiswa yang sempat terprovokasi sudah menyadari apa yang telah diperbuatnya dan sadar telah dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu.
 
"Banyak mahasiswa menguhubungi Rektor Dwijendra lewat WA (aplikasi pesan), berkeinginan ingin bertemu langsung. Ada kira-kira kurang lebih sebanyak 200 orang mahasiswa dan mereka (mahasiswa) menyadari serta menyatakan merasa bersalah. Terutama untuk mahasiswa yang sempat ikut-ikutan teriak-teriak dalam aksi yang dilakukan kemarin. Tanpa disadari mereka telah terprovokasi. Ketua BEM Hukum telah menyadari juga," jelasnya.
 
Chandra menambahkan, niat para mahasiswa datang ke kampus awalnya ingin kuliah. Akan tetapi sesampainya di kampus akhirnya mahasiswa malah ikut-ikutan kena provokasi. 
 
Sebelumnya diberitakan, setelah sempat diumumkan akan diliburkan mulai 27 Nopember hingga 2 Desember 2018, kegiatan perkuliahan di Universitas Dwijendra Denpasar kembali akan dilaksanakan mulai 28 November 2018.
 
Dalam surat Pengumuman Nomor 1508/UD.II/I?XI?2018 yang diterima Beritabali.com disebutkan : Sehubungan dengan kondisi kampus yang sudah kondusif, maka diumumkan kepada seluruh mahasiswa dan dosen, bahwa perkuliahan sudah dapat dilaksanakan pada hari/tanggal: Rabu 28 Nopember 2018 sesuai jadwal. Demikian pengumuman di atas untuk dilaksanakan. Surat pengumuman ditandatangani rektor Universitas Dwijendra DR Putu Dyatmikawati, SH MHUM.
 
"Ini berdasarkan aspirasi mahasiswa, ibu rektor kembali memulihkan kegiatan belajar mengajar. Kemarin kenapa digembok pihak intern ketua yayasan yang lama DR. Ms Chandra Jaya, karena untuk menghindari terjadi konflik yang lebih besar antara pendukung ketua yayasan yang lama dan baru, dimana tujuan dari pengurus yayasan yang baru datang ke Dwijendra untuk mengadakan pelantikan mengajak ketua yayasan yang baru Dr. Ketut Wirawan,"jelas sumber internal Yayasan Dwijendra yang tidak mau ditulis namanya di media.
 
Sebelumnya, Rektor Universitas Dwijendra Rektor Universitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati, S.H.,M.Hum mengatakan adanya surat pengumuman dari pihak kampus untuk meliburkan mahasiswanya pada tanggal 27 November hingga 2 Desember 2018 dimaksudkan agar menjaga situasi agar tidak ditunggangi aksi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
Disamping itu, lanjutnya, kebijakan ini dinilai tidak mengganggu aktivitas kampus karena ujian tengah semester (UTS) telah berlangsung minggu lalu sehingga suasana belajar mengajar pun fakultatif. "Maka dari itu untuk menjaga situasi dan efektifitas belajar mengajar, kami mengambil inisiatif untuk meliburkan mahasiswa," tandasnya.
 
Sementara Ketua Pengurus Yayasan Dwijendra yang baru, I Ketut Wirawan mengaku sangat menyayangkan aksi penutupan yayasan yang dilakukan pengurus yayasan yang lama. 
 
Menurutnya, aksi seperti ini akan merugikan mahasiswa dan mencoreng Yayasan Dwijendra. “Kalau mau menyelesaikan masalah ini mari kita duduk bersama mencari solusi. Bukan menutup gerbang yayasan dan meliburkan mahasiswa dan melarang dosen masuk,” tegas Wirawan.[bbn/aga/psk] 

Penulis : Agung Gede Agung

Editor :


TAGS : Dwijendra Denpasar



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV