Informasi

Mahasiswa Sastra Bali Diharapkan Jeli Tangkap Peluang Regulasi Pemerintah

Sabtu, 01 Desember 2018 | 22:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Putri Suastini Koster mengajak kalangan generasi muda untuk menumbuhkan semangat totalitas. Dalam artian, mereka diingatkan untuk tidak setengah hati ketika ingin terjun atau menekuni suatu bidang. 

Pilihan Redaksi

  • Gubernur Koster Ajak PHDI dan MUDP Bersinergi Menyusun Perda Desa Pekraman
  • Pemprov Bali Godok Perda Perkuat Eksistensi dan Kewenangan Desa Adat
  • Gubernur Koster Rencana Terbitkan Perda Kewenangan Desa Adat Kelola PAUD
  •  
    Pun demikian halnya dengan anak Sastra Bali yang diharapkan jeli menangkap peluang terkait kebijakan pemerintah dalam pemertahanan Bahasa Bali. “Pemerintah sudah membuat regulasi, ini kesempatan untuk anak Sastra Bali. Buat kegiatan kreatif seperti lomba menulis sastra di atas lontar atau buka kursus Bahasa Bali. Ini peluang bagi adik-adik,” imbuhnya. 
     
    Ajakan itu disampaikannnya saat didaulat menjadi narasumber pada Dialog Budaya Nala Cintya Mani yang digelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Sabtu (1/12).
     
    Pada kegiatan yang digelar di Aula Widya Sabha Ma

    Pilihan Redaksi

  • Putri Koster Minta Masyarakat Stop Diskriminasi Pada ODHA
  • Jamkrida Bukukan 145 Ribu Terjamin dengan Total Plafon Rp7,6 T
  • Desa Bungurasih Intip Teknologi Aplikasi Sm@rt Desa Milik Desa Duda Timur
  • ndala FIB UNUD itu, wanita yang sangat konsen terhadap bidang seni ini banyak berbagi pengalaman untuk menyemangati mahasiswa. Menurutnya, kunci sukses itu adalah totalitas. “Adik-adik yang saat ini kuliah di Fakultas Sastra, ayo asah kemampuan menulis, apapun itu bentuknya, bisa puisi atau tulisan lainnya. Jangan sampai, anak sastra tak bisa menulis,” ujarnya. 
     
    Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga menyinggung keberadaan FIB Udayana yang memegang peran penting dalam upaya pelestarian budaya. Bahkan, dia menyebut fakultas ini sebagai pionir bangkitnya kesenian di Pulau Dewata. Ia berharap, ke depannya peran tersebut dapat terus ditingkatkan agar mampu mencetak SDM yang berada di garda terdepan dalam pelestarian seni dan budaya. 
     
    Selain Putri Koster, Dialog Budaya juga menampilkan dua narasumber lain yaitu Koordinator Prodi S2 Kajian Budaya FIB UNUD Prof. Dr. I Nyoman Suarka,M.Hum dan Dr. Komang Indra Wirawan. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada narasumber. (bbn/humasbali/rob)

    Penulis : bbn/humasprovinsibali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Mahasiswa Sastra Bali Tangkap Peluang Regulasi Pemerintah



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV