Aniaya Warga Tuban, Terdakwa Asal Jember Peluk dan Minta Maaf pada Korban - Beritabali.com

HOME / NEWS / HUKRIM

Aniaya Warga Tuban, Terdakwa Asal Jember Peluk dan Minta Maaf pada Korban

Kamis, 03 Januari 2019 | 22:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Fiton alias Dolar (30) pria asal Jember terlihat menundukkan kepalanya saat didudukkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (3/1) di persidangan langsung memeluk korban dan meminta maaf setelah hakim menyuruhnya.

Pilihan Redaksi

  • Artha Dipa Matangkan Persiapan Jelang Panca Wali Krama Pura Lempuyang Luhur
  • Bupati Suwirta "Semprot" Pengusaha Karena Buang Sisa Kulit Bawang Sembarangan
  • Pecalang Selamatkan Wanita Keturunan India yang Dianiaya Suaminya
  •  
    Ia diadili atas kasus melakukan tindakan penganiayaan terhadap warga setempat I Gusti Putu Lila (41) asal Tuban, Badung. "Walaupun saya tinggal di lingkungan sendiri saya masih mikir anak dan istri pak hakim. Makanya saya tidak melawan saat kejadian, saya laporkan agar dia ngerti tidak asal main pukul," ungkap korban yang didudukkan sebagai saksi di persidangan.
     
    Sidang pimpinan I Wayan Kawisada ini masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Pe

    Pilihan Redaksi

  • Sinergitas Swasta Upayakan Hotspot Wi-Fi Gratis di Banjar-banjar Denpasar
  • Denfest 2018 Catat Transaksi Tembus Rp.7 Miliar
  • Tahun Politik, Cok Ace Himbau Masyarakat Hindari Politisasi Agama
  • nuntut Umum (JPU) Luh Heny F. Rahayu sekaligus pemeriksaan saksi korban. Korban sebelum kejadian, mengaku tidak ada masalah dan tidak pernah mengenal korban. Kejadian penganiayaan itu terjadi pada 1 Oktober 2018 lalu sekira pukul 21.00 wita di Jalan Taman Sari Kelan Tuban saat korban mendahului sepeda motor yang dikemudikan terdakwa.
     
    Melihat korban mendahului terdakwa, terdakwa yang menurut pengakuan korban dalam keadaan mabuk tidak terima dan mengejar korban. "Padahal saya sudah bilang, saya ini orang Tuban asli, tapi tetap saja saya dipukuli, ditempeleng," ungkap korban. 
     
    "Kenapa saksi tidak melawan," tanya Hakim Kawisada yang dijawab saksi kalau melawan dia bakal menjadi bulan-bulanan teman terdakwa yang dikenalnya sebagai preman.
     
    Usai dihajar terdakwa, saksi korban sejatinya sudah membuka pintu perdamaian dengan terdakwa. Tapi karena terdakwa yang ditunggu-tunggu tidak juga datang ke rumahnya, korban pun akhirnya menyerahkan kasus ini ke jalur hukum. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Aniaya Warga Tuban Terdakwa Peluk Dan Minta Maaf Korban


    Info Iklan

    Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV