Hukrim

Kutipan dan Angka Beda, JPU Kejari Badung Batal Bacakan Tuntutan

Senin, 14 Oktober 2019 | 20:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Vidiana Sulastri, ibu rumah tangga paruh baya berumur 39 Tahun, ini terpaksa dikembalikan ke sel tahanan setelah lama menunggu giliran menunggu pembacaan tuntutan oleh JPU di PN Denpasar, Senin (14/10).

Pilihan Redaksi

  • Jaksa Beberkan Peran 3 Pegawai Air Asia Selundupkan Benih Lobster Senilai Rp2 M
  • Jaksa Tuntut 14 Tahun Sopir Freelance Bawa 376,37 Gram Sabu
  • Jaksa Beberkan Gadis 21 Tahun Asal Karangasem Cemburu Aniaya Pacarnya
  • Hal ini terjadi setelah dihadapkan majelis hakim yang diketuai Dewa Budi Wadsara,SH.MH dimana isi tuntutan yang dibuat pihak JPU I Nyoman Triarta Kurniawan,SH, terjadi salah penulisan.
    Saat itu Jaksa I Gede Agus Suraharta,SH yang mewakili dan membacakan isi tuntutan telah sampai pada pasal yang dikenakan kepada terdakwa. Namun begitu menyatakan tuntutan hukuman yang diajukan, Jaksa Agus langsung terhenti.
    "Maaf yang mulia, untuk agenda tuntutan terhadap terdakwa mohon ditunda. Ini isi tulisan tuntutan dan angka yang dimohonkan berbeda. Karena saya sebagai jaksa pengganti tidak berani memutuskan," kata Jaksa Agus dihadapan Majelis hakim.
    Ternyata dalam isi tuntutan tertulis hukuman selama sebelas tahun penjara. Sedangkan dalam bentuk angka tertera 10 tahun penjara. Atas kesalahan tersebut, majelis hakim juga memutuskan untuk menunda.
    Untuk diketahui terdakwa yang tinggal di Kedonganan, Kuta Selatan ini diduga terlibat dalam kasus kepemilikan puluhan klip sabu, dan beberapa butir ekstasi. Pada dakwaan, JPU Kejari Badung menjerat wanita ini Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Serta pasal pasal 132 ayat (1) Jo. Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan kedua. 
    Terdakwa diamankan petugas kepolisian pada Selasa (9/4) Pukul 21.30 Wita di Jalan Bantas Kangin No. 12 Kedonganan, Kuta Selatan, Badung. Saat penggeledahan ditemukan satu plastik klip berisi kristal bening diduga narkotika jenis shabu dan 1 plastik klip berisi 1 butir tablet warna orange diduga narkotika jenis ekstasi, 1 butir ekstasi warna biru dan 1 butir ekstasi warna hijau.
    Kemudian dilanjutkan penggeledahan di kamar kos dan kembali ditemukan beberapa klip lagi berisi sabu dan ekstasi. "Total selurihnya yang diamankan ada 29 klip plastik berisi sabu dan ekstasi," ungkap Jaksa.
    Terdakwa mengaku pertama kali mengkonsumsi narkotika jenis shabu dan ekstasi sekitar tiga tahun yang lalu. Setelah sempat lama berhenti kemudian kembali lagi mengkonsumsi sejak setahun lalu.
    Terdakwa mengaku selama ini mengkonsumsi sabu di tempat kosnya sendiri. Kadang kalau ada uang lanjut dugem ditempat hiburan malam untuk lanjut pakai ekstasi. Bahwa biasanya terdakwa membeli shabu dari orang yang terdakwa kenal bernama Badra.
    Bahwa adapun 29 (dua puluh sembilan) plastik klip yg masing-masing berisi kristal bening narkotika jenis shabu dan ekstasi 5 klip diantaranya milik Badra. Bahwa pada saat terdakwa diperintahkan untuk mengambil shabu dan ekstasi tersebut terdakwa dijanjikan akan diberikan shabu dan ekstasi oleh seseorang yang hanya dikenalnya dengan nama Badra (DPO).  

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Jaksa Baca Tuntutan Angka Dan Kutipan Beda



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV