Hukrim

Jaksa Tuntut 5 Pemuda Pengeroyok Korban Tewas Asal NTT 8 Tahun Penjara

Senin, 11 Februari 2019 | 15:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kelima pemuda yang tinggal di Pemogan ini dituntut selama 8 tahun penjara atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban Umbu Wedo Gaung Lahello asal NTT tewas.

Pilihan Redaksi

  • Oknum Ormas Pelaku Penganiayaan di Pinggir Jalan Dilimpahkan ke Polresta Denpasar
  • Bupati Giri Prasta Tekankan Pentingnya Persatuan Organisasi STT
  • Wabup Suiasa Dukung Badung Goes to Millenial Road Safety Festival
  •  
    Lima pemuda yang menjadi terdakwa ini adalah, I Kadek Adi Indrawan alias Dek Kung (23), I Gede Jessie Antara alias Dede (25), I Wayan Ade Andika Putra alias Bojes (23), I Ketut Agus Sukarja Putra alias Penjor (26) dan I Putu Yogi Saputra (21). Di muka sidang, jaksa menyatakan kelima terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. 
     
    “Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum para terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama delapan bulan,”sebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra.
     
    Tuntutan jaksa ini, jauh lebih rendah dari ancaman hukuman yang dakwakan kepada para terdakwa. Diketahui, ancaman hukuman untuk Pasal 170 ayat (2)ke-3 adalah maksimal 12 tahun penjara. Diketahui, kasus yang menjerat kelima terdakwa ini terjadi pada tanggal 2 Setember 2018 sekira pukul 00,01 Wita di depan Mini Market Wahyu Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan.
     
    Kejadian berawal saat terdakwa Dede yang membonceng anaknya ditabrak oleh korban, Umbu Wedo Gaung Lahello yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Atas insiden ini, Dede langsung mendekati korban dan berkata “kamu mau ganti rugi nggak,” yang dijawab korban tidak punya uang sambil mendorong terdakwa Dede.
     
    Ironisnya, terdakwa dede melakukan pemukulan terhadap korban justru dengan memanggil rekan-rekannya. Tanpa malu lagi terdakwa ini pun melakukan di hadapan anaknya. Mendapat perlakuan seperti itu, terdakwa Dede langsung memukul korban dengan menggunakan helm dan mengenai leher sebelah kiri korban.
     
    Setelah itu, terdakwa Dede menghubungi terdakwa Dek Kung. Lima menit kemudian datang Dek Kung dan terdakwa lainnya. Setelah memarkir motornya, terdakwa Dek Kung langsung mendekati terdakwa Dede dan bertanya,” ne jelemane?” (Ini orangnya) yang diiyakan oleh terdakwa Dede.
     
    Terdakwa Dek Kung langsung mendekati korban dan me

    Pilihan Redaksi

  • Tim BPK RI Perwakilan Wilayah Bali Periksa Rinci LKPD Tabanan
  • Sinkronkan Konsep Pembangunan Semesta Berencana, Koster Akan Duduk Bareng Bupati Walikota
  • 70% Kebakaran Terjadi di Daerah Pemukiman, Masyarakat Perlu Pahami Mitigasi Bencana
  • layangkan tinjunya yang mengenai bahu sebelah kiri sehingga korban terdorong ke belakang. Sejurus kemudian, korban dibawa ke tengah jalan dan langsung menjadi bulan-bulan para terdakwa. 
    “Saat pengeroyokan berlangsung, datang petugas Bamkamdes untuk melerai dan mengamankan para terdakwa,” sebut jaksa.
     
    Sementara kondisi korban usai dianiaya para terdakwa mengalami luka di beberapa bagian tumbuh hingga kemaluannya mengeluarkan darah. Korban sempat mendapat penanganan medis di RSUP Sanglah.
     
    Namun karena luka yang dialami korban cukup parah, nyawa korban tidak dapat tertolong lagi. Dari hasil visum menyebutkan, korban meninggal dunia akibat kekerasan tumpul pada bagian kepala kanan yang menyebabkan perdarahan yang menimbulkan penekanan pada pusat pernafasan.
     
    Dalam surat tuntutan disebut pula bahwa, antara kelima terdakwa dengan keluarga korban sudah saling memaafkan, para terdakwa juga menyantuni dan membiayai biaya pemakaman korban. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pengeroyok Korban Meninggal Tuntutan Jaksa



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV