Informasi

Kakek Dokal Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Karena Ingin Bebas Tidak Merepotkan Anak

Rabu, 20 Februari 2019 | 10:06 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Terkait adanya informasi warga kurang mampu di media sosial yakni Kakek Dokal dan Nenek Ketut Nari asal Banjar Dinas Alasharum, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang tinggal disebuah gubuk yang tidak layak huni, langsung direspon Dinas Sosial Provinsi Bali. Secara khusus, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra turun langsung memastikan informasi tersebut pada Selasa (19/2) pagi.

Pilihan Redaksi

  • Perangkat Desa Diingatkan Agar Tidak Tandangani Warga Pencari Surat Keterangan Miskin Tanpa Nama
  • Koster Akan Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
  • Melalui Perda Lansia, Pemprov Bali Akan Tingkatkan Kesejahteraan Purnawirawan dan Warakawuri
  •  
    Dari hasil peninjauan kelokasi, memang benar Kakek Dokal dan Nenek Nari tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni. Namun  informasi yang beredar di media sosial dikatakan keduanya ditelantarkan oleh keluarga tidaklah benar. Dikatakan Dewa Mahendra, kakek Dokal dan Nenek Nari tinggal di gubuk tersebut atas permintaan mereka sendiri.
     
    "Mereka memang tinggal di gubug yang jauh dari hunian layak untuk dua orang lansia yang sudah renta dan sakit-sakitan ini. Tapi semua itu bukan karena ditelantarkan oleh anak, mantu dan cucunya seperti beredar di media sosial," ujar Dewa Mahendra.
     
    Ditambahkan Dewa Mahendra, sejatinya sang anak yang kesehariannya bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di  Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng ini telah meminta kepada orang tuanya untuk tinggal bersamanya di rumah yang lebih layak, tetapi mereka tidak mau. Meski demikian untuk makan sehari-hari keduanya ditan

    Pilihan Redaksi

  • KPUD Bali Pastikan Pertengahan Maret 2019 Persoalan Logistik Pemilu Rampung
  • Cegah HIV AIDS, Cewek Cafe di Nusa Penida Dipulangkan ke Daerah Asalnya
  • Tim BPK RI Periksa Administrasi Keuangan Polres di Bali Timur
  • ggung oleh sang anak.
     
    "Kakek dan nenek sendiri yang tidak mau merepotkan anak dan menantunya. Menurut kakek dan nenek, mereka lebih nyaman tinggal di gubug itu karena lebih leluasa dan bebas. Terlebih digubug itu mereka setiap hari bisa "Ngidu" (menghangatkan badan didekat api)," jelas mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini.
     
    Lebih lanjut dikatakan Dewa Mahendra, Kakek Dokal dan Nenek Nari saat ini sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga untuk jaminan kesehatan sudah ditanggung. 
     
    Pada kesempatan tersebut, Dinas Sosial Provinsi Bali menyerahkan bantuan berupa Beras serta Telur. Selanjutnya pada kesempatan yang sama Dinas Sosial Kabupaten Buleleng juga turut melakukan peninjauan dan memberikan bantuan kepada kakek Dokal dan Nenek Nari.
     
    Tak lupa, Dewa Mahendra juga meminta kepada sang anak untuk terus membujuk kedua orangtuanya agar mau tinggal dirumah yang lebih layak mengingat kondisinya yang sudah tua dan kesehatannya tetap terjaga. (bbn/humasbali/rob)

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Dinas Sosial Provinsi Bali Lansia Buleleng Ingin Bebas Rumah Tak Layak Huni



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV