Hukrim

Kapolresta Denpasar: Pengarak Ogoh-Ogoh Dilarang Konsumsi Miras dan Bawa Petasan

Kamis, 21 Februari 2019 | 22:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengeluarkan himbauan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 dimana yang terpenting adalah para peserta pengarak ogoh-ogoh dilarang mengkonsumsi miras, membawa bahan peledak seperti kembang api dan petasan. 

Pilihan Redaksi

  • Satpol PP Denpasar Akan Sita Soundsystem Jika Masih Digunakan Saat Mengarak Ogoh-Ogoh
  • Pendaftaran Resmi Ditutup, 163 Ogoh-Ogoh Di Denpasar Berebut 32 Besar
  • Rai Mantra Gandeng Seniman, STT dan Komunitas Kampanyekan Ogoh-ogoh Bebas Styrofoam dan Soundsystem
  •  
    “Para peserta pengarak ogoh-ogoh tidak boleh minum beralkohol baik sebelum dan berakhirnya pengarakan ogoh-ogoh,” tegas mantan Wadireskrimsus Polda Bali ini, pada Kamis (21/2).
     
    Kombes Ruddi menegaskan, untuk melancarkan perayaan Nyepi, sebaiknya ogoh—ogoh yang dibuat dan diarak saat pengerupukan agar menyerupai Bhuta Kala dan diharapkan tidak menyerupai simbol ormas, organisasi Politik dan tokoh-tokoh terkenal baik tingkat Daerah, nasional maupun Internasional. 
     
    “Kami berharap agar wilayah arak-arakan ogoh-ogoh hanya meliputi Banjar Adat atau Desa Pekraman dan tidak boleh melewati batas wilayah Banjar lainnya kecuali sudah ada kesepakatan teknis sebelumnya,” pintanya. 
     
    Yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian Polresta Denpasar, jelas Kombes Ruddi adalah soal larangan membawa kembang api dan petasan. Menurutnya, para peserta pengarak ogoh-ogoh alangkah baiknya tidak membawa senjata tajam, bahan peledak atau kembang api, petasan, meriam bamboo dan sejenisnya. 
     
    “Karena ini dapat mengganggu keselamatan ketertiban umum maupun gangguan keamanan,” terang perwira melati dipundak ini. 
     
    Ia pun berhara

    Pilihan Redaksi

  • Pemutusan Akses Internet Saat Nyepi, Antara Keinginan dan Kebutuhan
  • Hakim Vonis Oknum Anggota Polresta Denpasar Konsumsi Narkoba 4 Tahun Bui
  • Diganjar 26 Bulan, Terdakwa Berstatus Mahasiswa Ungkap Penyesalannya Sebagai Pecandu Shabu
  • p agar Prajuru Banjar Adat dan Desa Pekraman bertanggung jawab terhadap ketertiban, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh di wilayahnya masing-masing. 
     
    “Kami juga meminta agar Banjar Adat mengerahkan para Pecalang dan masing- masing Desa Pekraman untuk melakukan pengamanan dan pengawasan,” ujarnya. 
     
    Selain itu, Kombes Ruddi meminta kepada para peserta pengarak ogoh-ogoh wajib menunjuk salah satu anggotanya untuk menjadi pimpinan atau penanggung jawab. Selanjutnya melaporkan kepada Bhabinkamtibmas di desa masing-masing. 
     
    “Kami juga berharap agar penanggung jawab pengarak ogoh-ogoh menjaga hubungan harmonis dengan kelompok lainnya. Apabila terjadi kesalah-pahaman antar kelompok pemuda agar tidak membunyikan kulkul bulus,” tegasnya.  
     
    Perwira asal Madura Jawa Timur itu kembali menegaskan, apabila dalam pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh terjadi pelanggaran hukum atau tindak pidana yang merugikan orang lain, pihak kepolisian akan menindak tegas. (bbn/Spy/rob)

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kapolresta Denpasar Ogoh-Ogoh Miras Petasan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV