Pasek Suardika Menduga Kuat Ada Oknum WNA Bermain Dibalik Kasus Paedofilia Ashram

Jumat, 22 Februari 2019 | 06:16 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Gede Pasek Suardika mengapresiasi Kapolda Bali yang tidak mau terjebak politisasi kasus paedofil lama yang dinilai sumir ini. 

Pilihan Redaksi

  • Gunung Agung Kembali Erupsi Lontarkan Kolom Abu Setinggi 700 Meter
  • Hakim Vonis Terdakwa yang Menggauli Bule Sedang Mabuk 5 Tahun Penjara
  • Pengelolaan Sampah di Tabanan Dirasakan Masih Belum Optimal
  • Karena, menurutnya terkuak kuat dugaan ada indikasi ada oknum warga negara asing (WNA) ikut bermain disini. Data yang diungkap anak-anak Ashram atas kejadian 2015 lalu telah memperlihatkan sedikit jejak jejak itu. Menjadi wajar bila kini ada gerakan dadakan massif untuk mengulangi kasus lama dengan korbankan psikologi anak-anak Ashram yang ada saat ini.
    Hal ini terungkap saat perwakilan 27 anak Ashram Gandhi Puri datang ke kantor DPD RI dan mengadukan kondisi mereka saat ini yang tertekan secara psikologis akibat aksi sekelompok orang yang mengaku peduli anak. "Selama ini mereka memilih diam dan berdoa sesuai ajaran Gandhi. Namun mereka belum setangguh Gandhi sehingga tetap memerlukan tempat untuk mengadu," ungkapnya, Kamis (21/2).
    Lebih lanjut dari pertemuan itu, Pasek mencatat beberapa poin dimana ternyata mereka yang mengaku peduli anak dengan melakukan aktvitas yang sejatinya justru menteror peradilan opini dan telah berdampak pada tertekannya psikis 27 anak Ashram Gandhi Puri saat ini. Apalagi, lanjutnya, dugaan yang dituduhkan adalah kasus lama yang sumir.
    Terkait kehadiran Komnas Peduli Anak (Komnas PA) Aries Merdeka Sirait (AMS) ke Ashram Gandhi Puri yang disambut dengan polos dan baik, malah menyebarkan fitnah yang lebih parah lagi membuat anak-anak itu makin trauma. Untuk itu, pihaknya meminta agar saudara AMS segera membuktikan penyataannya dengan nenjadi pelapor resmi saja di kepolisian. 
    "Jangan koar-koar di luar saja. Sehingga jelas bisa berhadapan. Saya siap membela anak-anak Hindu ini yang telah merasa diteror dengan statemennya yang di luar batas. Jangan orang luar malah obok-

    Pilihan Redaksi

  • Legislatif dan Eksekutif Tabanan Sepakat Tetapkan 3 Ranperda Jadi Perda
  • Omset Rumah Belanja Denpasar Mengalami Peningkatan Signifikan
  • Sekda Tabanan Himbau Satpol-PP Beri Pelayan Terbaik Hadapi Pemilu 2019
  • obok dan cari panggung di Bali dengan korbankan anak-anak tersebut," tandasnya.
    Ia mengajak masyarakat mendukung pulihnya kembali mental dan semangat beraktivitas anak-anak Ashram setelah mengalami tekanan kuat selama hampir sebulan belakangan ini. Termasuk, lanjutnya, juga upaya meminta perlindungan secara hukum ke Polda Bali dengan melaporkan akun-akun yang telah merendahkan keberadaan warga Ashram.
    "Mari perangi kejahatan pedofilia dengan cara yang tepat secara hukum dan kemanusiaan dan jangan sampai dijadikan komoditi atau proyek-proyek oknum tertentu apalagi dimainkan pihak asing," ujarnya. 
    Pada kesempatan itu, Pasek juga menegaskan akan bersama 27 anak-anak Ashram Gandhi Puri berjuang membangun semangat baru untuk maju. "Saya siap bersama mereka melawan setiap upaya menjatuhkan mental mereka kembali. Jabatan Saya akan saya pertaruhkan demi masa depan mereka," ketusnya. (bbn/rls/rob)

    Penulis : Berita Advertorial

    Editor : bbn/rls/rob


    TAGS :



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV