Informasi

Denpasar Timur Awali Penilaian Lomba Ogoh-ogoh di Kota Denpasar

Senin, 25 Februari 2019 | 17:10 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Setelah melalui tahap pendaftaran, sebanyak 163 karya ogoh-ogoh dari STT se-Kota Denpasar kini memasuki tahap penilaian, Tim Penilai yang berjumlah 9 orang ini menyambangi satu persatu Sekehe Teruna yang terdaftar sebagai peserta lomba yang diawali dari Kecamatan Denpasar Timur pada Senin (25/2). 

Pilihan Redaksi

  • Kapolresta Denpasar: Pengarak Ogoh-Ogoh Dilarang Konsumsi Miras dan Bawa Petasan
  • Satpol PP Denpasar Akan Sita Soundsystem Jika Masih Digunakan Saat Mengarak Ogoh-Ogoh
  • Pendaftaran Resmi Ditutup, 163 Ogoh-Ogoh Di Denpasar Berebut 32 Besar
  •  
    Rombongan Tim Penilai dipimpin Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Astabrata bersama Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Made Wedana dan akan berlangsung secara berturut-turut dari Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Barat dan berakhir di Kecamatan Denpasar Selatan.
     
    Dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 47 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 44 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 37 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat dan 35 ogoh-0goh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan dan bersiap untuk mengikuti tahap penjurian.
     
    Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Astabrata menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini merupakan komitmen Kota Denpasar dalam pelestarian seni dan budaya. Dimana, ogoh-ogoh merupakan elemen penting yang patut dilestarikan, utamanya pakem-pakem ogoh-ogoh itu sendiri yang wajib mengangkat tema bhuta kala. 
     
    “Ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya di Kota Denpasar,” jelasnya. 
     
    Dewa Juli menambahkan bahwa penilaian ini dilaksanakan oleh dewan juri yang profesional di bidangnya. Namun demikian pihaknya mengajak seluruh sekehe teruna di Kota Denpasar tidak hanya berorientasi pada nominasi semata, melainkan untuk bersama-sama memaknai lomba ini sebagai ajang pelestarian seni budaya. 
     
    “Mari kita jadikan lomba ogoh-ogoh ini sebagai ajang pelestarian tradisi, seni dan budaya Bali yang adi luhung,” jelas Dewa Juli sembari mengatakan pengumuman 32 nominasi di empat kecamatan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret mendatang. 
     
    Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhanya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 10 juta dipotong pajak.
    Dewa Juli juga menekankan bahwa seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusifitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini.
     
    “Kepada semua pihak termasuk pesa pakraman, babinsa, Babinkamtibmas, Desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaga kondusifitasnya serta mentaati aturan pelarangan penggunaan soundsystem saat pawai ogoh-ogoh,” tegas Mataram.
     
    Salah seoarang Dewan Juri, I Gede Anom Ranuara bers

    Pilihan Redaksi

  • Jaksa Tuntut 3 Tahun Bule Asal Rusia Gelapkan Uang Perusahaan Rp1,6 M
  • Putri Koster Sebut Tugas Wanita Lebih Berat dari Bumi
  • Hakim Putuskan Terdakwa Bapak dan Anak Aniaya Supir Traktor Hingga Tewas 1,5 tahun
  • ama I Wayan Butuantara menjelaskan bahwa aspek penilaian lomba ogoh-ogoh ini meliputi tema, proposional, kombinasi dengan teknologi, ornamen serta penggunaan warna. Selain itu, dilaksanakannya kegiatan ini guna mensosialisasikan tentan pakem-pakem penting dalam ogoh-ogoh sebagai uperengga dalam rangkaian hari Suci Nyepi. 
     
    “Kami berharap pemahaman tentang seni budaya yang memiliki pakem seperti ogoh-ogoh ini dapt disosialisasikan sejak dini, sehingga pembuatan ogoh-ogoh dapat sesuai dengan tattwa agama Hindu,” jelasnya. 
     
    Sementara, Ketua ST. Eka Dharma Canti, I Putu Oka Mahendra sanghat menyambut baik adanya lomba ogoh-ogoh ini. Dimana, selain menjadi wahana kompetisi juga dapat menjadi wadah edukasi tentang pemahaman tattwa agama serta membangkitkan kebersamaan dan gotong royong di dalam STT. 
     
    “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan semoga dapat dilaksanakan setiap tahunya untuk mendukung kreatifitas STT di Kota Denpasar,” ujarnya. (bbn/humasdenpasar/rob)
     

    Penulis : Humas Denpasar

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Lomba Ogoh-Ogoh Pemkot Denpasar Denpasar Timur



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV