News

Anjungan Cerdas Rp 67 Miliar Dituding Mangkrak, Ini Penjelasan Bupati Jembrana

Selasa, 12 November 2019 | 15:45 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
Anjungan Cerdas Jalan Nasional ( ACJN),  proyek kementerian PUPR yang berlokasi di kecamatan Mendoyo, sempat mendapat sorotan DPRD Jembrana . Proyek yang menelan biaya APBN milyaran rupiah itu, terkesan mangkrak karena sampai saaat ini belum dimanfaatkan. Menanggapi pandangan dewan itu , Bupati Jembrana I Putu Artha, angkat bicara.

Pilihan Redaksi

Disampaikan Artha , sejatinya aset pemerintah pusat itu tidaklah mangkrak, karena Pemkab Jembrana  sendiri sangat siap memanfaatkannya demi kemajuan daerah . Hanya saja ijin pemanfaatan serta serah terima hibah yang belum turun membuat rencana itu belum terealisasi. Bukan tinggal diam , selama ini Pemkab Jembrana sendiri telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mendapat ijin pemanfaatan.  
”Permohonan penggunaan sementara sebelum dihibahkan  itu baru disetujui melalui suarat Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah nomor PS.02.02-KW/06, yang baru diterima tanggal 29 Oktober 2019 lalu. Selanjutnya kami siap memanfaatkannya , tentunya sesuai ketentuan serta petunjuk yang digariskan kementerian PU PR, “ujar Bupati Artha saat menyampaikan tanggapan atas pemandangan umum fraksi, dalam rapat paripurna DPRD Jembrana, Senin ( 11/11).
Artha berharap Anjungan Cerdas membawa manfaat positif bagi masyarakat Jembrana di bidang ekonomi dan pariwisata, selain itu diharapkan Anjungan Cerdas Jalan Nasional bisa meningkatkan PAD Kabupaten Jembrana.
"Kita sudah siapkan beberapa rencana pemanfaatan. Sesuai dengan fungsinya anjungan cerdas untuk mendukung ekonomi serta hiburan/ budaya, sangat tepat dimanfaatkan sebagai ruang pertunjukan. Seperti pementasan jegog yang akan digelar dua kali dalam seminggu sebagai ruang bagi seniman Jembrana berekespresi sekaligus pelestarian Jegog . Nah anjungan cerdas ini sangat representatif  sebagai tempat pementasan, “ terangnya.
Hal senada juga disampaikan Sekda Jembrana I Made Sudiada dalam kesempatan terpisah. Dengan sudah turunnya surat pemanfaatan sementara , memberikan kesempatan bagi daerah untuk ambil bagian dalam pengelolaan anjungan cerdas . Selain fungsi hiburan/ budaya , keberadaan anjungan cerdas juga disebutnya akan mendukung mendukung sisi ekonomi. Anjungan cerdas sebagai tujuan pariwisata baru, diharapkan mampu mendongkrak ekonomi setempat serta media promosi produk-produk lokal.  
“Sudah ada pendekatan dari swasta dan pihak ketiga yang ingin memanfaatkan. Namun tentu kita kaji terlebih dahulu dengan tetap mengacu pada ketentuan yang diberikan pemerintah pusat tentang  kerja sama pemerintah dan badan usaha. Kita ingin dikelola secara profesional dan  siap memfasilitasi, ”kata Sudiada.
Sambil menunggu proses hibahnya rampung, Sudiada juga menyampaikan telah merancang anggaran pementasan di Dinas Pariwista dan Kebudayaan. Seperti pementasan Jegog serta event-event besar menyambut HUT Daerah dilaksanakan OPD terkait. 
“Kita optimis dengan pengelolaan yang profesional serta sinergi yang baik dengan pemerintah pusat, keberadaan anjungan cerdas akan mampu  sebagai pemacu percepatan pertumbuhan wilayah di kawasan barat Bali Barat,"terangnya.
Anjungan Cerdas Jalan Nasional Rambut Siwi merupakan proyek Kementrian PUPR, bertujuan sebagai tempat beristirahat terpadu bagi pengendara yang melewati jalan nasional dengan beberapa fasilitas. Proyek yang menelan APBN Rp 67 miliar memiliki sejumlah fungsi , antara lain : Informasi, Edukasi, Ekonomi dan Hiburan. Selain Jembrana, anjungan cerdas juga dibangun diKabupaten Trenggalek Jawa Timur. 

Penulis : Kontributor Jembrana

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Anjungan Cerdas Jembrana



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV