Politik

Minim Jam Mengajar, Guru Kontrak di Tabanan Ikut Melipat Surat Suara

Minggu, 10 Maret 2019 | 20:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, TABANAN.
Minimnya jam pelajaran yang diterima oleh seorang guru kontrak di Kabupaten Tabanan, I Gede Feri Arta, (32) membuatnya keranjingan ikut melipat surat suara Pemilu.

Pilihan Redaksi

  • Tawur Kesanga Kabupaten Tabanan Diawali di Catus Pata Kota
  • Wabup Sanjaya Hadiri Pisah Sambut Komandan Kodim 1619 Tabanan
  • Tabanan Raih Predikat Kabupaten yang Miliki 100% Puskesmas Terakreditasi
  •  
    “Setiap hari pulang pergi sejauh 20 kilometer,” katanya, Minggu (10/3). Pria asal Desa Cekik, Kecamatan Selemadeg adalah guru matematika di SMPN 1 Selemadeg. Tidak hanya pemilu tahun 2019 Feri Arta ikut melipat surat suara, sebelumnya sejak 2009 saat pemilihan presiden dirinya juga ikut berpartisipasi. 
     
    “Saat pemilu Gubernur Bali 2018 saya dapat uang Rp 2 juta dalam waktu empat hari melipat surat suara,” ujarnya.
     
    Ia menyebut keikutsertaan melipat surat suara kali ini mungkin dinilai yang terakhir, karena ia memprediksi pekerjaaanya sebagai guru kontrak di Tabanan akan bertambah. “Karena guru banyak pensiun, pasti pekerjaan nanti bertambah,” terangnya. 
     
    Sementara itu, Ketua KPU Tabanan I Gede Made Weda Subawa menyebutkan pada hari pelipatan surat suara yang kedua pasca Hari Raya Nyepi, ditemukan

    Pilihan Redaksi

  • Adanya Posko Servis Gratis PBMB, Pemedek Bisa Tenang dan Nyaman Bersembahyang di Besakih
  • Wabup Kasta Berharap Panen Padi Organik Bisa Diterapkan di Semua Subak di Klungkung
  • Koster Persilakan Tanah Provinsi Dimanfaatkan Pengembangan Fasilitas Krematorium MGPSSR
  • 66 surat suara robek dan 990 yang rusak karena ada noda tinta saat dicetak. “70.800 masuk kategori baik,” ujarnya.
     
    KPU Tabanan menargetkan pelipatan surat suara hingga tanggal 20 Maret 2019. Selain itu, pihaknya masih kekurangan petugas pelipat surat suara. “Kami target hingga ratusan orang, tapi belum tercapai,” ujarnya. 
     
    Weda menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan Desa Adat Banjar Anyar untuk mencari petugas pelipat dengan memanfaatkan warga yang tidak memiliki pekerjaan. “Yang kami sasar ibu rumah tangga yang bisa kerja sambilan,” terangnya. 
     
    Untuk upah, setiap surat suara DPD, DPRD, DPR dihargai Rp 110. Untuk surat suara presiden dan wakil dihargai Rp 60. “Untuk harga bisa berubah karena kami masih menghitung dan melakukan penyesuain dengan daerah lain dan waktu,” ujarnya sembari menambahkan jika makin cepat selesai, bisa jadi upah yang diterima makin besar. (bbn/tab/rob)

    Penulis : arga kontri tabanan

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Guru Kontrak Tabanan Melipat Surat Suara



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV