News

Desa Adat Dinilai Masih Kurang Mendapat Sentuhan

Selasa, 19 Maret 2019 | 14:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Bendesa Adat Desa Pakraman Kerobokan Anak Agung Putu Sutarja menyatakan sampai saat ini desa adat masih dirasa kurang mendapat sentuhan, tetapi hanya mendapat pengakuan saja.

Pilihan Redaksi

  • Sri Mulyani 1.000 % Dukung Penguatan dan Siap Alokasikan Anggaran Desa Adat di Bali
  • Ranperda Desa Adat: Pecalang Akan Diberi Pelatihan "Skill" dan Dibentuk Asosiasinya
  • Bendesa Desa Adat Kerobokan Keluhkan Kabel Optik Semrawut dan Atribut Partai Saat Melasti
  •  
    "Sampai saat ini desa adat masih saya rasa kurang mendapat sentuhan. Hanya sebatas mendapat pengakuan saja. Artinya, kita di Desa Adat selama ini hanya, menerima-menerima apa adanya saja," jelasnya, Selasa (19/3) di Badung.
     
    Untuk Desa Adat Kerobokan sendiri, pihaknya tidak akan mau seperti itu. Menurutnya, desa adat bukan lagi selaku penerima maupun penikmat, melainkan memposisikan diri sebagai penentu masalah desa adat. Dilanjutkan, terkait dengan hal tersebut. Peran Majelis Madya dan Majelis Utama Desa Adat nantinya benar-benar mampu melestarikan Adat Bali tersebut saat ini dan seterusnya.
     
    "Desa Adat merupakan peninggalan dari warisan para leluhur. Jika warisannya habis, akan tetapi leluhurnya masih. Tentu nantinya, siapa yang harus mempertahankan ini semua," ujarnya.
     
    Agung Putu Sutarja berharap, desa adat di Bali tetap dapat dipertahankan karena, desa adat merupakan benteng Bali agar jangan sampai desa adat diobrak-abrik. (bbn/aga/rob)

    Penulis : Agung Gede Agung

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Desa Adat Badung Kurang Sentuhan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV